Terungkap Setelah Video Viral! Siswi SD Diduga Jadi Korban Bullying Brutal, Luka di Kepala dan Trauma Mendalam Bikin Publik Geram”

LAMPUNG TIMUR | KABAR NEGERI PLUS – Sebuah video yang viral di media sosial membuka tabir dugaan kasus perundungan yang diduga jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat di layar. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial NA (12) diduga menjadi korban pengeroyokan dan kekerasan fisik brutal hingga mengalami luka lebam di kepala serta trauma psikologis yang mendalam.

Peristiwa yang semula tertutup rapat itu akhirnya mencuat ke publik setelah rekaman aksi kekerasan terhadap korban beredar luas. Di balik video berdurasi singkat tersebut, tersimpan kisah pilu yang kini tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Pihak keluarga akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Lampung Timur setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka memar di bagian kepala serta keluhan nyeri pada leher yang diduga berkaitan dengan tindakan kekerasan yang dialami korban.
Ibu korban, Kholifah, mengaku tidak pernah menyangka putrinya menjadi korban perundungan. Ia baru mengetahui kejadian sebenarnya setelah mendapat informasi dari warga mengenai video yang telah viral di media sosial.

Menurut penuturan Kholifah, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026. Saat pulang sekolah, putrinya terlihat mengalami luka lebam. Namun ketika ditanya, korban mengaku hanya terjatuh dari sepeda sehingga sang ibu tidak menaruh kecurigaan.

Karena percaya dengan pengakuan tersebut, Kholifah hanya memberikan pertolongan sederhana berupa kompres dan obat yang dibeli di warung. Namun sehari kemudian, setelah video kejadian beredar luas, ia kembali meminta penjelasan kepada putrinya.

Di tengah tangis dan rasa takut, NA akhirnya mengungkap fakta yang selama ini disembunyikan. Ia mengaku diduga dikeroyok oleh tiga teman sekolahnya berinisial NSR, EF, dan KA di sebuah gedung TK yang sudah tidak digunakan.

Tak hanya didorong, dijambak, dan ditampar, korban juga mengaku kepalanya beberapa kali dibenturkan ke tembok hingga mengalami rasa sakit yang berkepanjangan.

“Anak saya akhirnya mengaku bahwa kepalanya sempat beberapa kali dibenturkan ke tembok oleh ketiga pelaku. Akibat kekerasan fisik itu, dia sering mengeluh nyeri hebat di bagian leher dan mengalami luka memar di beberapa titik kepala. Selain luka fisik, anak saya sekarang mengalami trauma berat dan ketakutan,” ungkap Kholifah.

Mendengar pengakuan tersebut, keluarga segera membawa korban ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Tak lama kemudian, laporan resmi pun dilayangkan ke Polres Lampung Timur agar perkara ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu M. Iksir, membenarkan bahwa laporan telah diterima dan penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kini sedang melakukan penyelidikan.

Menurutnya, polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memeriksa para saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengetahui secara utuh motif di balik dugaan aksi perundungan tersebut.
“Tim penyidik PPA saat ini masih bekerja di lapangan secara hati-hati mengingat melibatkan anak di bawah umur, jadi mohon waktu. Mengenai perkembangan dan hasil pemeriksaan lebih lanjut, nanti akan segera kami informasikan kembali secara terbuka kepada publik,” ujar Iptu M. Iksir.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Dugaan kekerasan fisik yang menyebabkan luka dan trauma serius memerlukan penanganan menyeluruh, baik dari sisi hukum, perlindungan anak, maupun pendampingan psikologis bagi korban.

Kabar Negeri Plus akan terus mengawal perkembangan penyelidikan kasus ini guna memastikan seluruh fakta terungkap dan proses hukum berjalan secara profesional serta berkeadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah bagi semua pihak yang terlibat hingga ada penetapan hukum yang berkekuatan tetap.

(Dok.KN +/Admin?

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *