
Bencana yang Terus Dibiarkan? Investigasi KN Plus Bongkar Dugaan Biang Banjir di Sukarame: Siring Dangkal, Sampah Menumpuk, Warga Terancam Jadi Korban Berikutnya!
KABAR NEGERI PLUS | BANDAR LAMPUNG – Banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung tampaknya bukan lagi sekadar akibat tingginya curah hujan. Hasil investigasi lapangan Kabar Negeri Plus menemukan fakta yang memprihatinkan di salah satu titik langganan banjir, yakni di sepanjang Jalan Endro Suratmin, Kecamatan Sukarame, tepatnya di depan Kampus UIN Raden Intan Lampung.
Di lokasi tersebut, saluran drainase (siring) yang seharusnya menjadi jalur utama pembuangan air justru mengalami pendangkalan yang cukup parah. Lumpur, sedimentasi, rumput liar, hingga tumpukan sampah memenuhi badan saluran, sehingga kapasitas aliran air diduga telah jauh berkurang.
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di ruas jalan yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan dan berada di kawasan pendidikan. Namun, persoalan yang terlihat jelas di depan mata itu seolah luput dari perhatian pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Tim investigasi Kabar Negeri Plus juga menemukan aktivitas pedagang kaki lima yang memadati sebagian badan jalan dan bahu jalan. Dari hasil pengamatan di lapangan, masih ditemukan sampah yang diduga dibuang ke sekitar drainase sehingga memperparah penyumbatan aliran air ketika hujan turun.
Tak heran apabila setiap musim penghujan tiba, kawasan tersebut hampir selalu berubah menjadi lautan air. Warga sekitar menyebut genangan dapat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengendara roda dua, pejalan kaki, hingga berpotensi mengancam keselamatan jiwa apabila tidak segera ditangani secara serius.
Fakta di lapangan menimbulkan pertanyaan besar. Apakah perawatan drainase memang tidak dilakukan secara berkala? Di mana fungsi pengawasan pemerintah setempat terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat? Dan mengapa persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun seolah terus berulang tanpa solusi yang nyata?
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kawasan tersebut akan menjadi titik rawan bencana yang lebih besar. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa drainase yang rusak dan tersumbat kerap menjadi pemicu banjir yang berujung pada kerugian material, kecelakaan, bahkan korban jiwa.
Kabar Negeri Plus menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan pembersihan sesaat ketika banjir datang. Diperlukan normalisasi drainase secara menyeluruh, penertiban pembuangan sampah sembarangan, evaluasi terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu fungsi saluran air, serta pengawasan rutin dari instansi terkait agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Saat tim investigasi Kabar Negeri Plus berupaya melakukan konfirmasi kepada aparatur desa terkait kondisi tersebut, upaya itu belum dapat dilakukan karena bertepatan dengan hari libur. Meski demikian, Kabar Negeri Plus akan kembali meminta klarifikasi dari pemerintah desa maupun instansi teknis yang berwenang guna memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam mengatasi persoalan ini.
Kabar Negeri Plus akan terus mengawal perkembangan persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, agar keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi perhatian serius pemerintah sebelum banjir berikutnya kembali datang.
(Dok.KN +/Admin)

