Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 13 Juli 2026 | Hari 13 Minggu II)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan hati yang lebih tenang dan lebih bersyukur.

Beberapa hari terakhir kita belajar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, tawakal harus disertai ikhtiar, masa depan berada dalam genggaman Allah, rezeki tidak akan pernah salah alamat, dan setiap takdir Allah selalu datang pada waktu yang terbaik.

Hari ini kita akan menghadapi satu penyakit hati yang semakin banyak menjangkiti manusia.

Yaitu kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain.

Di zaman media sosial, kita begitu mudah melihat keberhasilan orang lain.

Melihat rumah yang lebih besar.

Pekerjaan yang lebih baik.

Kendaraan yang lebih mewah.

Liburan yang lebih indah.

Keluarga yang tampak lebih bahagia.

Tanpa sadar, kita mulai merasa hidup kita kurang.

Padahal yang kita lihat hanyalah sebagian kecil dari kehidupan mereka.

Sedangkan Allah mengetahui seluruh kenyataan yang tidak tampak di mata manusia.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda.

Allah tidak pernah menciptakan dua takdir yang sama.

Karena itu, tidak ada manfaatnya membandingkan perjalanan hidup yang memang Allah rancang dengan cara yang berbeda.

Dalil

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS An-Nisa’ [4]: 32)

Inti Pesan

Allah melarang kita menghabiskan hidup dengan iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Karena setiap nikmat membawa ujian yang berbeda.

Orang yang kaya diuji dengan hartanya.

Orang yang miskin diuji dengan kesabarannya.

Orang yang sehat diuji dengan kesehatannya.

Orang yang sakit diuji dengan penyakitnya.

Tidak ada kehidupan yang benar-benar tanpa ujian.

Hanya bentuk ujiannya yang berbeda.

Ketika kita terus membandingkan diri dengan orang lain, kita akan kehilangan rasa syukur.

Hati menjadi sempit.

Ibadah terasa hambar.

Dan kebahagiaan menjadi semakin jauh.

Sebaliknya, qanaah membuat hati tenang.

Bukan karena memiliki segalanya.

Tetapi karena merasa cukup dengan apa yang Allah berikan sambil tetap berusaha memperbaiki kehidupan.

Qanaah bukan berarti berhenti berusaha.

Qanaah adalah menerima pemberian Allah dengan hati yang ridha tanpa kehilangan semangat untuk berikhtiar.

Kisah Teladan

Nabi Muhammad ﷺ menjalani kehidupan yang sangat sederhana.

Ada hari-hari ketika dapur rumah beliau tidak mengepul selama beberapa waktu.

Beliau tidur di atas tikar yang meninggalkan bekas pada tubuhnya.

Suatu hari, Umar bin Khattab melihat keadaan tersebut hingga air matanya menetes.

Beliau berkata bahwa para raja hidup dengan kemewahan, sedangkan Rasulullah ﷺ hidup begitu sederhana.

Namun Rasulullah ﷺ menjawab bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan utama.

Beliau ridha dengan apa yang Allah berikan.

Hati beliau adalah hati yang paling kaya meskipun kehidupan beliau sangat sederhana.

Beliau mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan banyaknya harta.

Melainkan kayanya hati.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya hati.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah qanaah yang sesungguhnya.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Jika hari ini orang lain memiliki sesuatu yang belum kita miliki.

Doakan mereka.

Bukan iri kepada mereka.

Jika Allah memberikan nikmat kepada orang lain.

Yakinlah bahwa Allah juga mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Fokuslah memperbaiki diri.

Perbanyak amal.

Perbaiki ibadah.

Karena kebahagiaan tidak diukur dari siapa yang memiliki lebih banyak.

Tetapi dari siapa yang lebih dekat kepada Allah.

Semakin sering kita membandingkan hidup dengan orang lain.

Semakin sulit kita menikmati nikmat yang sudah ada.

Kunci

Qanaah bukan berarti memiliki sedikit, tetapi merasa cukup dengan pemberian Allah sambil terus berusaha menjadi lebih baik tanpa iri kepada orang lain.

Baca Juga:

Dunia Hanya Tempat Singgah, Bukan Tujuan Akhir

 

Aksi Hari Ini

Kurangi membandingkan hidup melalui media sosial

Gunakan waktu untuk memperbaiki diri, bukan membandingkan diri.

Tuliskan nikmat yang Allah berikan hari ini

Agar hati lebih mudah bersyukur.

Doakan keberhasilan orang lain

Karena doa yang baik akan membersihkan hati dari iri.

Perbanyak membaca Alhamdulillāh

Jadikan syukur sebagai kebiasaan setiap hari.

Fokus pada perjalananmu sendiri

Karena Allah akan menilai amalmu, bukan membandingkannya dengan amal orang lain.

Sering kali kita merasa hidup orang lain lebih indah karena hanya melihat bagian yang mereka tampilkan. Sementara Allah melihat seluruh perjalanan hidup kita, termasuk air mata, doa, perjuangan, dan kesabaran yang tidak diketahui siapa pun.

Penutup

Jika hari ini hidupmu terasa sederhana,

bersyukurlah.

Jika hari ini langkahmu belum sejauh orang lain,

tetaplah berjalan.

Jika hari ini rezekimu belum sebanyak yang diharapkan,

tetaplah berikhtiar.

Karena Allah tidak pernah salah membagikan nikmat.

Dia mengetahui kemampuan setiap hamba-Nya.

Dia mengetahui apa yang akan mendekatkanmu kepada surga.

Dia mengetahui apa yang harus ditunda agar engkau tetap bergantung kepada-Nya.

Maka jangan sibuk menghitung nikmat orang lain.

Hitunglah nikmat yang telah Allah berikan kepadamu.

Karena ketika hati dipenuhi qanaah.

Hidup akan terasa jauh lebih ringan.

Dan kebahagiaan tidak lagi bergantung pada banyaknya harta, tetapi pada dekatnya hati kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang qanaah, menjaga hati dari iri dan dengki, memperbanyak syukur, serta selalu merasa cukup dengan setiap nikmat yang telah Dia tetapkan.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *