Menjadi Penolong Orang Lain adalah Kemuliaan

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 18 Juli 2026 | Hari 18 Minggu III)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan memperkuat akhlak yang membawa manfaat bagi sesama.

Setelah belajar memaafkan, membalas keburukan dengan kebaikan, dan menghiasi diri dengan sifat tawadhu, hari ini kita diajak melangkah lebih jauh.

Iman yang benar tidak berhenti pada ibadah pribadi.

Iman yang hidup akan mendorong seseorang untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Karena sebaik-baik manusia bukanlah yang paling banyak hartanya.

Bukan pula yang paling tinggi jabatannya.

Melainkan yang paling besar manfaatnya bagi sesama.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Hari ini banyak orang berlomba menjadi terkenal.

Namun sedikit yang berlomba menjadi penolong.

Padahal di sisi Allah, membantu satu kesulitan saudara kita bisa menjadi amal yang lebih besar daripada banyak perkataan tanpa tindakan.

Dalil

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”

(QS Al-Ma’idah [5]: 2)

Inti Pesan

Islam adalah agama yang membangun kepedulian.

Allah tidak menghendaki seorang mukmin hidup hanya memikirkan dirinya sendiri.

Tangan yang membantu.

Lisan yang menguatkan.

Harta yang dibagikan.

Ilmu yang diajarkan.

Waktu yang diberikan untuk menolong.

Semuanya memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

Menjadi penolong tidak selalu membutuhkan kekayaan.

Kadang satu nasihat yang baik mampu menguatkan hati seseorang.

Kadang satu senyuman mampu menghapus kesedihan.

Kadang satu doa yang tulus menjadi sebab Allah mengangkat kesulitan saudara kita.

Kisah Teladan

Salah satu kisah yang menggetarkan hati adalah pengorbanan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu.

Beliau adalah sahabat yang paling banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Ketika Rasulullah ﷺ mengajak kaum Muslimin bersedekah untuk kepentingan umat, Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya.

Rasulullah ﷺ bertanya,

“Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab,

“Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.”

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Keikhlasan beliau bukan untuk dipuji.

Tetapi lahir dari keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang membantu agama-Nya dan menolong sesama.

Begitu pula kaum Anshar di Madinah.

Mereka menerima kaum Muhajirin dengan penuh kasih sayang.

Mereka berbagi rumah.

Berbagi makanan.

Bahkan mendahulukan kebutuhan saudaranya daripada kebutuhan sendiri.

Allah mengabadikan kemuliaan mereka dalam Al-Qur’an sebagai teladan bagi seluruh umat Islam.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Mungkin kita tidak memiliki harta yang banyak.

Namun kita masih bisa membantu.

Dengan tenaga.

Dengan ilmu.

Dengan waktu.

Dengan doa.

Dengan perhatian.

Jangan pernah meremehkan bantuan sekecil apa pun.

Karena bisa jadi sesuatu yang kecil bagi kita adalah pertolongan besar bagi orang lain.

Dan bisa jadi Allah membukakan pintu rezeki, kesehatan, serta kemudahan hidup melalui kebaikan yang kita berikan kepada sesama.

Kunci

Kemuliaan seorang mukmin bukan diukur dari seberapa banyak yang ia miliki, tetapi dari seberapa banyak manfaat yang ia berikan kepada orang lain karena Allah.

Baca Juga:

Allah Selalu Memberikan yang Terbaik pada Waktu Terbaik

 

Aksi Hari Ini

Bantu seseorang tanpa menunggu diminta

Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain adalah tanda hidupnya hati.

Sisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah

Tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berbagi.

Luangkan waktu mendengarkan orang yang sedang memiliki masalah

Kadang mereka lebih membutuhkan telinga yang mau mendengar daripada nasihat yang panjang.

Ajarkan ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang diamalkan dan diajarkan akan menjadi amal jariyah.

Berdoalah untuk saudara-saudara kita

Karena doa yang tulus untuk orang lain akan didoakan kembali oleh para malaikat untuk diri kita.

Sering kali kita mencari kebahagiaan dengan menambah apa yang kita miliki. Padahal kebahagiaan yang paling dalam justru hadir ketika kita mampu menjadi sebab tersenyumnya orang lain karena pertolongan yang kita berikan.

Penutup

Jika hari ini Allah memberimu kesehatan,

gunakan untuk membantu.

Jika hari ini Allah memberimu ilmu,

bagikanlah.

Jika hari ini Allah memberimu rezeki,

ringankanlah beban orang lain.

Jika hari ini Allah memberimu waktu,

jadikanlah sebagian darinya untuk berbuat kebaikan.

Karena hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan hanya memikirkan diri sendiri.

Sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu mengorbankan hartanya demi umat, dan kaum Anshar mendahulukan kebutuhan saudaranya, demikian pula kita diajak menjadi pribadi yang membawa manfaat di mana pun berada.

Sebab manusia terbaik bukanlah yang paling banyak dipuji.

Melainkan yang paling banyak menghadirkan manfaat.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan dalam menolong, lembut hati dalam membantu sesama, ikhlas dalam setiap amal, dan termasuk orang-orang yang memperoleh pertolongan Allah karena gemar menolong orang lain.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *