
BUKAN SEKADAR BERKUASA! NEGARA MEMBUTUHKAN PEMIMPIN BERWIBAWA, BIJAK, DAN BERANI MENEGAKKAN KEADILAN
KABAR NEGERI PLUS | LAMPUNG
Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih, satu hal tetap menjadi kunci utama: bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berwibawa, bijaksana, dan mampu menggunakan kekuasaan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Sebab, ketika kekuasaan jatuh ke tangan yang keliru, yang menjadi korban bukan hanya segelintir orang, melainkan seluruh rakyat.
Kekuasaan sejatinya adalah amanah yang dapat menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan. Namun tanpa ilmu, kebijaksanaan, serta kemampuan memahami persoalan secara utuh, kekuasaan justru dapat berubah menjadi sumber ketidakadilan. Keputusan yang lahir dari emosi, kepentingan sesaat, atau kesombongan sering kali melahirkan kebijakan yang merugikan masyarakat luas.
Seorang pemimpin yang arif tidak pernah merasa dirinya paling benar. Ia terbuka terhadap kritik, mau mendengar pendapat para ahli, serta memahami bahwa setiap kebijakan harus berpihak kepada kepentingan rakyat. Wibawa seorang pemimpin bukan lahir dari rasa takut yang ditanamkan kepada bawahannya, melainkan dari integritas, keteladanan, dan keberanian mengambil keputusan yang adil.
Yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar pemegang jabatan, melainkan sosok yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan moral. Pemimpin yang memahami persoalan dari akar rumput akan lebih mampu menghadirkan solusi dibanding mereka yang hanya melihat persoalan dari balik meja kekuasaan.
Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa setiap zaman memiliki tokoh-tokoh hebat dengan karakter kepemimpinan yang kuat. Ketegasan, kedisiplinan, dan kewibawaan pernah menjadi ciri yang dihormati masyarakat. Di era reformasi, kebebasan tentu menjadi nilai penting, namun kebebasan juga harus diiringi tanggung jawab, etika, dan keberanian menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.
Masyarakat tentu mengapresiasi berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan pemerintah. Namun di sisi lain, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam penegakan hukum yang masih sering dipersepsikan belum sepenuhnya memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Evaluasi terhadap kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Karena itu, memilih pemimpin tidak boleh hanya berdasarkan popularitas atau kekuatan politik semata. Bangsa ini memerlukan pemimpin yang berkarakter, berintegritas, menguasai persoalan, serta mampu menjaga persatuan dan memberikan ketenangan bagi rakyat. Pemimpin seperti itulah yang akan dikenang, dihormati, dan mampu membawa negara menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, serta bermartabat.
Semoga pandangan ini menjadi bahan renungan bersama bahwa kekuasaan sejatinya adalah amanah yang harus dijalankan dengan ilmu, kebijaksanaan, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
(Dok.KN +/Jakfar sidiq)

