Allah Melihat Proses, Bukan Kesempurnaan

 

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 7 Juni 2026 | Hari 7 Minggu I)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita menutup Minggu Pertama bulan Juni dengan sebuah harapan yang menenangkan hati. Setelah selama enam hari terakhir kita berbicara tentang perubahan diri, niat, amal, perjuangan melawan hawa nafsu, istiqamah, dan menjaga taubat, ada satu hal yang harus selalu diingat agar kita tidak mudah putus asa.

Allah tidak menuntut kita menjadi sempurna.

Allah melihat proses yang sedang kita jalani.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Banyak orang ingin menjadi lebih baik, tetapi kemudian kecewa pada dirinya sendiri. Mereka merasa ibadahnya belum cukup baik, taubatnya belum sempurna, atau perubahan yang dilakukan belum menghasilkan hasil yang besar. Akhirnya mereka merasa gagal dan kehilangan semangat.

Padahal Islam mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah adalah perjalanan seumur hidup.

Dalil

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

(QS Al-Baqarah [2]: 286)

Inti Pesan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan manusia adalah menuntut dirinya menjadi sempurna dalam waktu singkat.

Baru mulai memperbaiki diri.

Ingin langsung sempurna.

Baru mulai belajar agama.

Ingin langsung mengetahui semuanya.

Baru mulai meninggalkan dosa.

Ingin langsung tidak pernah salah lagi.

Padahal perubahan tidak bekerja seperti itu.

Pohon besar tidak tumbuh dalam satu malam.

Laut tidak penuh oleh satu tetes hujan.

Dan pribadi yang baik tidak terbentuk hanya dalam satu hari.

Semua membutuhkan proses.

Semua membutuhkan waktu.

Semua membutuhkan kesabaran.

Kadang seseorang sudah berusaha menjaga salat, tetapi masih lalai dalam hal lain.

Kadang seseorang sudah berusaha meninggalkan satu dosa, tetapi masih berjuang melawan dosa yang lain.

Kadang seseorang sudah berusaha istiqamah, tetapi masih mengalami naik turunnya iman.

Itulah kenyataan perjalanan seorang hamba.

Yang penting bukan apakah kita sudah sempurna.

Yang penting adalah apakah kita masih berjalan menuju Allah.

Karena Allah mengetahui perjuangan yang tidak dilihat manusia.

Allah mengetahui air mata yang jatuh saat bertaubat.

Allah mengetahui hati yang berusaha melawan hawa nafsu.

Allah mengetahui langkah kecil yang terus dilakukan meskipun terasa berat.

Tidak ada satu pun usaha kebaikan yang sia-sia di sisi-Nya.

Bahkan ketika seseorang jatuh lalu bangkit kembali, perjuangan itu bernilai di hadapan Allah.

Hari ini mungkin kita belum menjadi pribadi yang kita cita-citakan.

Namun jika kita lebih baik daripada kemarin, itu sudah merupakan nikmat yang besar.

Jangan bandingkan perjalanan kita dengan orang lain.

Bandingkan diri kita dengan diri kita yang dulu.

Jika hari ini lebih dekat kepada Allah daripada kemarin, berarti kita sedang berada di jalan yang benar.

Kunci

Allah tidak menilai kesempurnaan yang tidak dimiliki manusia. Allah menilai kejujuran hati dan kesungguhan usaha dalam memperbaiki diri.

Baca Juga:

Perubahan Tidak Dimulai Besok, Tetapi Hari Ini

 

Aksi Hari Ini

Syukuri setiap kemajuan yang telah dicapai

Sekecil apa pun perubahan yang terjadi dalam diri.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Fokus pada perjalanan dan perbaikan diri sendiri.

Tetap lanjutkan amal yang sudah dibangun

Jangan berhenti hanya karena merasa belum sempurna.

Perbanyak doa memohon keteguhan hati

Agar Allah menjaga langkah-langkah perbaikan diri.

Yakin bahwa rahmat Allah lebih luas daripada kekurangan kita

Selama terus berusaha dan kembali kepada-Nya.

Sering kali yang membuat seseorang berhenti bukan karena ia gagal, tetapi karena ia terlalu sibuk melihat kekurangannya sendiri. Padahal Allah melihat sesuatu yang lebih dalam daripada itu. Allah melihat niat yang tulus, usaha yang sungguh-sungguh, dan hati yang terus berusaha mendekat kepada-Nya. Selama seseorang belum berhenti berjalan, selama itu pula harapan selalu ada.

Penutup

Jika hari ini engkau masih berjuang,

teruslah berjalan.

Jika hari ini engkau masih jatuh dan bangkit,

teruslah berusaha.

Jika hari ini engkau merasa belum menjadi pribadi yang baik,

jangan putus asa.

Karena Allah tidak meminta kesempurnaan darimu.

Allah hanya meminta ketulusan untuk terus kembali kepada-Nya.

Dan setiap langkah kecil yang dilakukan karena Allah,

akan bernilai besar di sisi-Nya.

Maka jangan berhenti.

Jangan menyerah.

Dan jangan pernah meragukan rahmat Allah.

Karena Allah melihat prosesmu.

Bukan sekadar hasil akhirnya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *