Modal Rp200 Ribu Dijanjikan Untung Ratusan Persen! Skema Bisnis Baru di Lampung Bikin Publik Bertanya, Investasi atau Sekadar Mimpi Besar?

BANDAR LAMPUNG | KABAR NEGERI PLUS – Janji keuntungan fantastis kembali mencuat. Kali ini, sebuah forum bisnis di Bandar Lampung memaparkan konsep usaha yang menggabungkan investasi properti, perdagangan hasil bumi, distribusi minyak goreng, hingga aplikasi digital dalam satu ekosistem. Yang paling menyita perhatian, peserta ditawari peluang memperoleh keuntungan hingga 400 persen hanya dengan modal mulai Rp200 ribu.

Dalam pemaparan yang berlangsung di hadapan sejumlah peserta, konsep bisnis tersebut diklaim akan membangun jaringan perdagangan kebutuhan pokok berbasis aplikasi. Setiap anggota disebut akan memperoleh minyak goreng sesuai nilai paket yang dibeli, sekaligus menerima komisi harian selama ratusan hari melalui sistem jaringan.

Tak hanya itu, penggagas juga memaparkan rencana membentuk jaringan distribusi berskala Sumatera dengan Lampung sebagai pusat pengembangan. Bisnis yang ditawarkan mencakup perdagangan minyak goreng, beras, gula, rokok, hingga hasil bumi seperti kayu manis dan pinang yang dipasarkan langsung kepada pembeli di berbagai daerah.

Di sektor properti, tim mengaku telah mengincar sejumlah rumah, ruko, penginapan, hingga bangunan komersial yang akan dibeli di bawah harga pasar, direnovasi ringan, kemudian dijual kembali dengan nilai lebih tinggi. Strategi tersebut diklaim mampu menghasilkan keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam satu transaksi.

Selain itu, mereka juga berencana mengembangkan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat mencari rumah murah, properti lelang, maupun berbagai komoditas perdagangan secara langsung. Bahkan, aplikasi tersebut disebut-sebut akan menjadi pusat transaksi UMKM dan perdagangan kebutuhan pokok.

Meski demikian, dalam forum tersebut juga muncul sejumlah pertanyaan kritis dari peserta. Mereka meminta adanya perjanjian kerja sama (MoU), legalitas perusahaan, kepastian sistem pembayaran komisi, hingga jaminan apabila skema bisnis tidak berjalan sesuai yang dijanjikan. Kekhawatiran tersebut muncul karena keuntungan yang ditawarkan dinilai sangat tinggi sehingga membutuhkan kepastian hukum dan transparansi.

Penggagas menyatakan seluruh aktivitas bisnis berada di bawah perusahaan yang berbasis di Tangerang dan mengklaim memiliki legalitas resmi. Mereka juga menegaskan bahwa sebelum bisnis diperluas kepada masyarakat, tim inti akan menyusun mekanisme kerja, pembagian tugas, serta aturan yang mengikat seluruh anggota.

Rencana tersebut bahkan disebut akan melibatkan jaringan UMKM Media Kabar Negeri sebagai bagian dari pengembangan promosi dan perluasan pasar di Lampung.

Hingga berita ini ditulis, konsep bisnis tersebut masih berada pada tahap sosialisasi internal. Belum terdapat informasi mengenai pelaksanaan operasional secara luas maupun verifikasi independen terhadap klaim keuntungan yang dipaparkan dalam forum tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap mencermati aspek legalitas, transparansi, dan risiko sebelum memutuskan bergabung dalam skema usaha apa pun yang menawarkan imbal hasil tinggi.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *