
Jangan Menunda Amal Baik yang Bisa Dilakukan Hari Ini
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 22 Juli 2026 | Hari 22 Minggu IV)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan sebuah renungan yang sering terlupakan.
Banyak orang memiliki niat untuk berbuat baik.
“Ingin lebih rajin salat.”
“Ingin lebih sering membaca Al-Qur’an.”
“Ingin bersedekah.”
“Ingin meminta maaf.”
“Ingin membahagiakan orang tua.”
Tetapi semua itu selalu diawali dengan satu kalimat.
“Nanti.”
Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih memiliki waktu hingga esok hari.
Setan tidak selalu mengajak manusia berbuat maksiat.
Sering kali ia hanya membuat manusia menunda kebaikan.
Karena amal yang terus ditunda, pada akhirnya sering kali tidak pernah dikerjakan.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta’īnuhu wa nastaghfiruh, wa na’ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a’mālinā.
Hari ini adalah kesempatan.
Esok hanyalah harapan.
Sedangkan kematian bisa datang tanpa pemberitahuan.
Dalil
Allah Subḥānahu wa Ta’ālā berfirman:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah dalam berbagai kebaikan.”
(QS Al-Baqarah [2]: 148)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)
Inti Pesan
Salah satu tipu daya terbesar setan adalah membuat manusia merasa masih memiliki banyak waktu.
Padahal umur adalah rahasia Allah.
Banyak orang meninggal dengan rencana yang belum sempat diwujudkan.
Ada yang ingin berhijrah.
Ada yang ingin bertaubat.
Ada yang ingin meminta maaf.
Ada yang ingin mulai salat tepat waktu.
Namun semua tertunda.
Bukan karena tidak mampu.
Melainkan karena merasa masih ada hari esok.
Islam mengajarkan agar seorang mukmin segera menyambut setiap peluang kebaikan.
Karena amal yang dilakukan hari ini jauh lebih berharga daripada niat baik yang terus ditunda.
Kisah Teladan
Salah satu teladan yang sangat menginspirasi adalah Abdurrahman bin Auf radhiyallāhu ‘anhu.
Beliau dikenal sebagai sahabat yang kaya raya.
Namun kekayaannya tidak membuatnya menunda berbuat baik.
Setiap kali ada kesempatan untuk membantu perjuangan Islam, beliau segera menginfakkan hartanya.
Dalam Perang Tabuk, beliau menyumbangkan harta dalam jumlah yang sangat besar tanpa menunggu diminta berkali-kali.
Beliau memahami bahwa kesempatan beramal adalah nikmat yang belum tentu datang dua kali.
Kekayaan baginya bukan untuk disimpan semata.
Tetapi untuk dipersembahkan di jalan Allah.
Kecepatan beliau dalam melakukan kebaikan menjadi bukti bahwa orang yang mencintai Allah tidak suka menunda amal saleh.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Mungkin hari ini Allah menggerakkan hati kita untuk membaca Al-Qur’an.
Jangan ditunda.
Hari ini terlintas keinginan menghubungi orang tua.
Lakukan sekarang.
Hari ini ada kesempatan membantu tetangga.
Segeralah.
Hari ini ingin meminta maaf.
Jangan menunggu hari raya.
Karena kita tidak pernah tahu siapa yang lebih dahulu dipanggil oleh Allah.
Orang yang sukses di akhirat bukanlah orang yang memiliki banyak rencana.
Tetapi orang yang segera mengubah niat menjadi amal.
Kunci
Amal terbaik bukanlah yang paling banyak direncanakan, tetapi yang segera dikerjakan dengan ikhlas karena Allah.
Baca Juga:
Allah Tidak Pernah Meninggalkan Hamba-Nya
Aksi Hari Ini
Kerjakan satu amal yang selama ini terus ditunda
Jangan beri kesempatan setan menunda lagi.
Hubungi orang tua atau keluarga
Sampaikan doa, perhatian, atau permintaan maaf jika diperlukan.
Luangkan waktu membaca Al-Qur’an hari ini
Walaupun hanya beberapa ayat, lakukan dengan penuh keikhlasan.
Sisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah
Tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berbagi.
Muhasabah sebelum tidur
Tanyakan kepada diri sendiri, “Jika malam ini adalah malam terakhirku, amal apa yang paling aku syukuri telah kulakukan hari ini?”
Sering kali kita menunggu waktu yang tepat untuk berbuat baik. Padahal waktu terbaik untuk memulai adalah ketika Allah masih memberikan kesempatan pada hari ini.
Penutup
Jika hari ini Allah masih membangunkanmu dari tidur,
itu berarti Allah masih membuka pintu amal bagimu.
Jika hari ini engkau masih mampu berjalan,
gunakan langkahmu menuju kebaikan.
Jika hari ini engkau masih mampu berbicara,
ucapkanlah kata-kata yang menenangkan.
Jika hari ini engkau masih diberi rezeki,
jadikan sebagian darinya sebagai bekal akhirat.
Jangan menunggu esok.
Karena esok belum tentu menjadi milik kita.
Sebagaimana Abdurrahman bin Auf radhiyallāhu ‘anhu tidak menunda kesempatan untuk berinfak di jalan Allah, marilah kita menjadi hamba yang bersegera dalam setiap amal saleh.
Sebab kesempatan berbuat baik adalah nikmat.
Dan nikmat itu tidak selalu datang untuk kedua kalinya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersegera dalam kebaikan, menghindarkan kita dari sifat menunda amal, menguatkan langkah kita menuju ketakwaan, dan menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

