Setiap Langkah Kebaikan Akan Dipertanggungjawabkan

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 25 Juli 2026 | Hari 25 Minggu IV)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali pagi dengan sebuah renungan yang sangat penting.

Setiap hari kita melangkah.

Melangkah menuju pekerjaan.

Melangkah mencari rezeki.

Melangkah menemui keluarga.

Melangkah menuju masjid.

Bahkan melangkah menuju tempat yang mungkin tidak diridhai Allah.

Sering kali kita menganggap langkah-langkah itu sebagai sesuatu yang biasa.

Padahal di sisi Allah, tidak ada satu langkah pun yang luput dari perhitungan.

Setiap langkah memiliki tujuan.

Setiap langkah memiliki nilai.

Dan setiap langkah akan dimintai pertanggungjawaban.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta’īnuhu wa nastaghfiruh, wa na’ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a’mālinā.

Kehidupan ini bukan sekadar perjalanan.

Tetapi perjalanan menuju hari ketika seluruh amal akan dihisab tanpa ada yang terlewat sedikit pun.

Dalil

Allah Subḥānahu wa Ta’ālā berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah sekalipun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah sekalipun, niscaya dia akan melihat balasannya.”

(QS Az-Zalzalah [99]: 7–8)

Allah juga berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا

“Dan diletakkanlah kitab catatan amal, lalu engkau akan melihat orang-orang yang berdosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya. Mereka berkata, ‘Betapa celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan mencatat semuanya.'”

(QS Al-Kahfi [18]: 49)

Inti Pesan

Hisab bukan hanya tentang dosa-dosa besar.

Hisab adalah tentang seluruh kehidupan kita.

Bagaimana kita menggunakan waktu.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Bagaimana kita mencari rezeki.

Bagaimana kita berbicara.

Bagaimana kita memanfaatkan nikmat yang Allah titipkan.

Semuanya akan ditanyakan.

Tidak ada amal yang hilang.

Tidak ada air mata yang sia-sia.

Tidak ada sedekah yang terlupakan.

Tidak ada doa yang luput dari catatan malaikat.

Begitu pula.

Tidak ada kezaliman yang disembunyikan.

Tidak ada kebohongan yang dihapus begitu saja.

Tidak ada hak manusia yang hilang tanpa perhitungan.

Keadilan Allah adalah keadilan yang sempurna.

Kisah Teladan

Salah satu teladan terbaik dalam kesadaran akan hisab adalah Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu.

Meskipun beliau adalah seorang khalifah yang memimpin wilayah Islam yang sangat luas, beliau selalu hidup dalam rasa takut kepada Allah.

Beliau pernah berkata,

“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum amalmu ditimbang.”

Ucapan ini bukan sekadar nasihat.

Beliau benar-benar mengamalkannya.

Pada malam hari, Umar sering berkeliling melihat langsung keadaan rakyatnya.

Beliau khawatir ada orang yang kelaparan, tertindas, atau tidak mendapatkan haknya.

Beliau pernah berkata bahwa seandainya ada seekor keledai yang terperosok di Irak karena jalan yang rusak, beliau khawatir Allah akan meminta pertanggungjawaban darinya.

Inilah hati seorang pemimpin yang memahami bahwa setiap amanah akan dihisab di hadapan Allah.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Hari ini, sebelum melangkah keluar rumah.

Tanyakan kepada diri sendiri.

Ke mana langkah ini akan membawaku?

Apakah menuju ridha Allah?

Ataukah menuju sesuatu yang akan kusesali di hari hisab?

Setiap keputusan.

Setiap perkataan.

Setiap perbuatan.

Adalah catatan yang sedang kita tulis sendiri.

Kelak kitab itu akan dibuka.

Dan tidak ada satu halaman pun yang dapat kita ubah.

Kunci

Orang yang selalu mengingat hisab akan lebih berhati-hati dalam setiap langkahnya, karena ia sadar bahwa seluruh hidupnya sedang dicatat oleh Allah.

Baca Juga:

Tidak Ada Amal yang Terlalu Kecil di Hadapan Allah

 

Aksi Hari Ini

Perbaiki niat sebelum memulai aktivitas

Jadikan setiap pekerjaan sebagai ibadah karena Allah.

Hindari satu perbuatan yang berpotensi menjadi dosa

Sekecil apa pun.

Lakukan satu amal yang bermanfaat tanpa diketahui orang lain

Biarkan Allah menjadi saksi atas keikhlasanmu.

Mintalah maaf kepada orang yang pernah kita sakiti

Selagi kesempatan masih ada.

Muhasabah sebelum tidur

Tanyakan kepada diri sendiri, “Jika hari ini kitab amalku ditutup, apakah aku siap membacanya di hadapan Allah?”

Sering kali kita takut dinilai oleh manusia. Padahal penilaian yang paling menentukan adalah ketika seluruh amal dibuka di hadapan Allah pada Hari Perhitungan.

Penutup

Jika hari ini engkau masih mampu melangkah,

pastikan langkahmu menuju kebaikan.

Jika hari ini engkau masih mampu berbicara,

pastikan lisanmu menghadirkan manfaat.

Jika hari ini engkau masih diberi amanah,

jalankan dengan jujur.

Karena semua akan kembali kepada Allah.

Sebagaimana Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu selalu menghisab dirinya sebelum dihisab oleh Allah, marilah kita membiasakan muhasabah setiap hari.

Jangan menunggu datangnya Hari Kiamat untuk menyadari kesalahan.

Sebab kesempatan memperbaiki diri hanya ada selama kita masih hidup.

Semoga Allah menjadikan setiap langkah kita sebagai langkah menuju ridha-Nya, meringankan hisab kita pada Hari Akhir, menerima amal-amal kita, mengampuni segala dosa, serta memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba yang mendapatkan rahmat-Nya.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *