Waktu Tidak Pernah Berhenti: Kita yang Diam-Diam Menua dan Mendekat ke Akhir

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 24 Mei 2026)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan satu kenyataan yang sering terlupakan: waktu tidak pernah benar-benar berjalan lambat, kitalah yang diam-diam sedang mendekat ke akhir kehidupan.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Demi masa. Sungguh, manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS Al-‘Asr [103]: 1–2)

Inti Pesan

Sering kali manusia merasa hidup masih panjang.

Masih merasa punya banyak waktu.
Masih menunda berubah.
Masih menunda ibadah.
Masih menunda meminta maaf.
Masih menunda menjadi lebih baik.

Padahal setiap hari yang lewat bukan hanya meninggalkan tanggal di kalender.

Tetapi juga mengurangi umur kita.

Dan yang paling menakutkan, waktu pergi tanpa suara.

Tidak terasa saat masa muda perlahan hilang.
Tidak terasa saat orang tua mulai menua.
Tidak terasa saat wajah mulai berubah dan tenaga mulai berkurang.

Sampai suatu hari manusia sadar: hidup ternyata berjalan sangat cepat.

Nabi Nuh ‘alaihissalām hidup sangat lama dibanding manusia biasa. Namun pada akhirnya beliau tetap meninggalkan dunia ini. Dari kisah itu kita belajar: sepanjang apa pun umur manusia, semuanya tetap akan berakhir.

Karena masalahnya bukan berapa lama kita hidup.

Tetapi untuk apa waktu itu digunakan.

Hari ini banyak manusia sibuk menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sementara, tetapi sangat sedikit mempersiapkan kehidupan yang kekal. Waktu habis untuk hiburan, ambisi, dan urusan dunia—sementara hati semakin jauh dari Allah.

Padahal waktu adalah satu hal yang tidak pernah bisa kembali.

Kunci: setiap hari yang berlalu bukan hanya menjauhkan kita dari masa lalu, tetapi juga mendekatkan kita kepada kematian.

Dan sering kali manusia baru sadar berharganya waktu ketika kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Karena waktu tidak pernah menunggu siapa pun, dan hidup terus berjalan meski kita lalai.

Baca Juga:

Hati yang Lelah: Saat Kita Kuat di Luar Tapi Rapuh di Dalam

 

Aksi Hari Ini

Mulai lebih menghargai waktu sebelum terlambat:

  • Kurangi menunda kebaikan
    Jangan menunggu “nanti” untuk berubah, karena tidak ada yang tahu sampai kapan umur masih ada.
  • Gunakan waktu untuk sesuatu yang bernilai
    Tidak semua kesibukan membawa manfaat untuk akhirat.
  • Perbaiki hubungan dengan Allah mulai hari ini
    Karena waktu terbaik untuk kembali bukan besok, tetapi sekarang.
  • Luangkan waktu untuk keluarga dan orang tua
    Sebab suatu hari kita akan sadar bahwa waktu bersama mereka ternyata sangat singkat.
  • Sisihkan waktu untuk merenung tentang hidup
    Jangan sampai hidup berjalan cepat, tetapi hati tidak pernah benar-benar sadar.

Kadang manusia terlalu sibuk mengejar masa depan, sampai lupa bahwa umur sendiri terus berkurang setiap hari. Dan yang paling menyedihkan bukan ketika waktu habis, tetapi ketika waktu habis tanpa makna dan tanpa persiapan menuju akhirat.

Penutup

Waktu tidak pernah berhenti menunggu kita siap.
Dan setiap detik yang pergi adalah bagian hidup yang tidak akan pernah kembali.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *