Penyesalan yang Paling Menyakitkan: Saat Waktu Sudah Tidak Bisa Diputar Kembali

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 26 Mei 2026)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan satu kenyataan yang sering datang terlambat disadari manusia: tidak semua kesempatan bisa kembali, dan tidak semua penyesalan bisa diperbaiki.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.’”
(QS Al-Mu’minun [23]: 99–100)

Inti Pesan

Tidak semua rasa sakit berasal dari kehilangan.

Kadang yang paling menyakitkan adalah penyesalan.

Saat manusia sadar bahwa waktu sudah habis.
Kesempatan sudah pergi.
Dan hal-hal yang dulu dianggap sepele ternyata justru yang paling dirindukan.

Menyesal karena terlalu sibuk dengan dunia.
Menyesal karena melalaikan ibadah.
Menyesal karena menyia-nyiakan orang tua.
Menyesal karena terlalu lama menunda berubah.

Namun saat kesadaran itu datang, semuanya sudah terlambat.

Fir‘aun baru mengakui Allah saat dirinya tenggelam dan kematian sudah ada di depan mata. Tetapi pengakuan itu datang ketika kesempatan sudah tertutup. Dari kisah itu kita belajar: kesadaran yang datang terlambat tidak selalu bisa menyelamatkan manusia.

Dan itulah yang sering terjadi dalam hidup.

Manusia tahu mana yang benar,
tetapi menundanya terlalu lama.

Padahal hidup tidak selalu memberi kesempatan kedua.

Hari ini banyak manusia masih merasa punya waktu panjang untuk berubah. Masih merasa bisa bertaubat nanti. Masih merasa ibadah bisa diperbaiki setelah urusan dunia selesai. Padahal tidak ada satu pun yang tahu kapan hidup benar-benar berhenti.

Kunci: penyesalan paling berat bukan karena gagal mendapatkan dunia, tetapi karena terlambat memperbaiki diri sebelum ajal datang.

Karena pada akhirnya, manusia tidak akan menyesali kurangnya harta saat kematian datang. Yang paling menyakitkan justru ketika sadar bahwa hidup terlalu banyak dihabiskan untuk hal yang tidak mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga:

Hati yang Bersih: Jalan Menuju Ketenangan dan Kedekatan dengan Allah

 

Aksi Hari Ini

Jangan tunggu semuanya terlambat untuk mulai berubah:

  • Segera perbaiki ibadah yang selama ini dilalaikan
    Jangan menunggu hati benar-benar siap, karena kesiapan sering datang setelah kita mulai.
  • Minta maaf sebelum kehilangan kesempatan
    Ada orang yang ingin meminta maaf, tetapi waktunya sudah habis.
  • Gunakan waktu untuk amal yang nyata
    Karena hidup terlalu singkat untuk dihabiskan hanya mengejar dunia.
  • Berhenti menunda taubat
    Tidak ada manusia yang tahu kapan kesempatan terakhirnya datang.
  • Mulai kembali mendekat kepada Allah hari ini
    Sebelum suatu hari kita hanya bisa menyesal tanpa mampu kembali.

Kadang manusia terlalu yakin masih punya banyak waktu, sampai lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja. Dan yang paling menyedihkan bukan ketika hidup berakhir, tetapi ketika hidup berakhir sementara hati belum sempat benar-benar kembali kepada Allah.

Penutup

Jangan tunggu kehilangan untuk mulai menghargai.
Dan jangan tunggu ajal mendekat untuk mulai berubah.

Karena waktu yang sudah pergi tidak pernah kembali.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *