
Sebelum Menutup Hari, Biasakan Menutupnya dengan Muhasabah
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 30 Juli 2026 | Hari 30 Minggu IV)
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan sebuah kebiasaan yang sederhana, tetapi mampu mengubah kehidupan seorang mukmin.
Setiap malam kita menutup hari.
Tubuh beristirahat.
Aktivitas berhenti.
Lampu dipadamkan.
Namun pernahkah kita berhenti sejenak untuk bertanya kepada diri sendiri,
“Apa yang telah kulakukan hari ini di hadapan Allah?”
Sering kali kita sibuk mengevaluasi pekerjaan.
Menghitung keuntungan.
Merencanakan hari esok.
Tetapi lupa mengevaluasi hati, amal, dan hubungan kita dengan Allah.
Padahal seorang mukmin yang cerdas adalah orang yang tidak menunggu Hari Kiamat untuk mengetahui keadaan dirinya.
Ia menghisab dirinya setiap hari sebelum Allah menghisabnya kelak.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta’īnuhu wa nastaghfiruh, wa na’ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a’mālinā.
Muhasabah bukanlah tanda kelemahan.
Muhasabah adalah tanda bahwa hati masih hidup dan masih ingin kembali kepada Allah.
Dalil
Allah Subḥānahu wa Ta’ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS Al-Hasyr [59]: 18)
Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu berkata:
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, timbanglah amalmu sebelum amalmu ditimbang, karena hal itu akan meringankan hisabmu pada Hari Kiamat.”
Inti Pesan
Muhasabah adalah cermin bagi hati.
Melalui muhasabah kita mengetahui.
Apakah salat kita sudah lebih khusyuk?
Apakah lisan kita hari ini menyakiti orang lain?
Apakah ada hak orang yang belum kita tunaikan?
Apakah hari ini kita lebih dekat kepada Allah dibandingkan kemarin?
Orang yang tidak pernah bermuhasabah akan sulit melihat kesalahannya sendiri.
Ia mudah menyalahkan orang lain.
Merasa dirinya selalu benar.
Padahal penyakit hati sering tumbuh karena seseorang berhenti mengoreksi dirinya.
Muhasabah menjadikan kita rendah hati.
Karena kita sadar bahwa setiap hari masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.
Kisah Teladan
Salah satu teladan terbaik dalam bermuhasabah adalah Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu.
Beliau adalah khalifah yang adil, pemberani, dan dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ.
Namun kedudukan itu tidak membuat beliau merasa aman.
Setiap malam Umar sering berjalan sendiri mengelilingi kota Madinah untuk melihat keadaan rakyatnya.
Beliau khawatir ada orang yang lapar, dizalimi, atau tidak mendapatkan haknya.
Sesudah itu beliau kembali mengoreksi dirinya.
Beliau pernah berkata,
“Seandainya ada seekor keledai yang terjatuh di Irak karena jalan yang rusak, aku khawatir Allah akan meminta pertanggungjawaban dariku.”
Ucapan ini menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawab dan kebiasaan beliau mengevaluasi dirinya setiap hari.
Padahal beliau adalah salah seorang manusia terbaik di muka bumi.
Jika Umar saja terus bermuhasabah.
Apalagi kita yang penuh dengan kekurangan.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Sebelum tidur malam nanti.
Jangan langsung memejamkan mata.
Luangkan beberapa menit.
Ingat kembali seluruh aktivitas hari ini.
Jika ada dosa.
Segeralah bertaubat.
Jika ada orang yang tersakiti.
Berniatlah meminta maaf.
Jika ada nikmat.
Bersyukurlah.
Jika ada amal baik.
Mohonlah kepada Allah agar menerimanya.
Muhasabah setiap malam akan membuat hati semakin lembut.
Dan hidup semakin terarah.
Kunci
Orang yang rutin bermuhasabah akan lebih mudah memperbaiki dirinya, karena ia tidak menunggu kesalahan menjadi kebiasaan sebelum berubah.
Baca Juga:
Setiap Langkah Kebaikan Akan Dipertanggungjawabkan
Aksi Hari Ini
Luangkan lima menit sebelum tidur
Evaluasi seluruh aktivitasmu hari ini.
Perbanyak istighfar sebelum memejamkan mata
Mohon ampun atas dosa yang disengaja maupun yang tidak disadari.
Tuliskan satu kebiasaan yang ingin diperbaiki besok
Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.
Syukuri nikmat yang Allah berikan hari ini
Karena rasa syukur akan mengundang keberkahan.
Muhasabah sebelum tidur
Tanyakan kepada diri sendiri,
“Jika malam ini adalah malam terakhirku di dunia, apakah aku siap menghadap Allah dengan amal hari ini?”
Jangan biarkan hari berlalu tanpa evaluasi. Sebab hati yang selalu mengoreksi diri akan lebih cepat kembali kepada Allah dibanding hati yang selalu merasa benar.
Penutup
Jika hari ini engkau masih diberi kesempatan hidup.
Jangan tutup harimu hanya dengan rasa lelah.
Tutuplah dengan taubat.
Dengan syukur.
Dengan doa.
Dengan istighfar.
Dan dengan muhasabah.
Sebagaimana Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu selalu menghisab dirinya meskipun telah menjadi khalifah yang adil, marilah kita membiasakan mengevaluasi diri setiap hari agar kesalahan tidak menumpuk dan hati tetap hidup.
Karena setiap malam yang kita lewati.
Belum tentu akan disusul oleh pagi berikutnya.
Dan setiap tidur.
Adalah pengingat bahwa suatu hari nanti kita akan tidur panjang di alam kubur.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang gemar bermuhasabah, mudah bertaubat, senantiasa memperbaiki diri, mengampuni seluruh dosa kita, serta menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

