Tiga Anak Tewas Tenggelam di Bendungan Podomoro, Tangis Histeris Pecah Saat Identifikasi

LAMPUNG — Kabar Negeri Plus. Tangis histeris pecah di Puskesmas setempat. Tiga keluarga harus menerima kenyataan paling pahit: anak-anak mereka yang sebelumnya pergi bermain, kembali dalam keadaan tak bernyawa.

Tiga anak berusia 7 hingga 8 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di area Bendungan Podomoro, Senin (5/10/2026).

Ketiga korban masing-masing berinisial Zainal (7), Dafa Alfarezel (8), dan Khairul Umam (8). Informasi awal menyebutkan, ketiganya tenggelam ketika bermain di sekitar area bendungan.

Ketiga korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas untuk proses identifikasi. Pihak keluarga juga telah tiba di lokasi untuk memastikan identitas korban.

Tangis keluarga pecah di Puskesmas
Suasana duka menyelimuti Puskesmas ketika keluarga korban datang untuk menjalani proses identifikasi.

Tangisan dan kepanikan keluarga tak terbendung. Bagi mereka, ketiga anak tersebut bukan sekadar nama dalam daftar korban, melainkan buah hati yang sebelumnya masih bermain dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Kehilangan itu datang begitu cepat.
Namun, di tengah suasana duka tersebut, pihak keluarga tetap menjalani proses identifikasi terhadap jenazah masing-masing korban.

Tiga anak menjadi korban
Berdasarkan informasi yang diterima, ketiga korban adalah:

Zainal, 7 tahun.

Dafa Alfarezel, 8 tahun.

Khairul Umam, 8 tahun.

Ketiganya dilaporkan tenggelam di area Bendungan Podomoro pada Senin (5/10/2026).

Informasi mengenai kondisi persis saat ketiga anak tersebut berada di lokasi masih perlu didalami lebih lanjut.

Kronologi masih didalami
Pihak berwajib dan unsur terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian.

Sejumlah pertanyaan penting masih menunggu jawaban: bagaimana ketiga anak tersebut bisa berada di area bendungan, siapa yang mengetahui keberadaan mereka, serta bagaimana proses evakuasi dilakukan setelah kejadian.

Hal-hal tersebut penting untuk memastikan kronologi berdasarkan fakta dan keterangan resmi, bukan berdasarkan dugaan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat serius bahwa area perairan, termasuk bendungan, memiliki risiko keselamatan yang tinggi, terutama bagi anak-anak.

Karena itu, pengawasan orang dewasa dan perhatian terhadap keselamatan anak di sekitar area perairan menjadi hal yang sangat penting.

Tiga anak kehilangan nyawa. Tiga keluarga kehilangan buah hati.

Kini, selain menyampaikan duka kepada keluarga korban, publik tentu berharap seluruh fakta di balik tragedi Bendungan Podomoro dapat diungkap secara terang dan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


(Dok. KN+ Jakfar Sidik)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *