
MIN 2 Lampung Barat Pertahankan Juara Umum OGPP X, SMPN Sekuting Terpadu Raih Gelar Perdana
BALIK BUKIT — Kabar Negeri Plus, 5 Oktober 2026. — Dua nama mencuri perhatian dalam penutupan Out Door Game Pramuka Penggalang X (OGPP X) SMAN 1 Liwa. MIN 2 Lampung Barat kembali mempertahankan gelar Juara Umum tingkat Penggalang SD, sementara SMP Negeri Sekuting Terpadu tampil sebagai juara umum baru tingkat Penggalang SMP.
Rangkaian kompetisi yang diselenggarakan Gugus Depan 01.001–01.002 SMAN 1 Liwa tersebut resmi ditutup pada Minggu (4/10/2026) sore.
Bagi MIN 2 Lampung Barat, keberhasilan tahun ini bukan sekadar tambahan trofi. Gelar tersebut sekaligus memperpanjang dominasi mereka setelah berhasil mempertahankan piala bergilir selama dua tahun berturut-turut sejak 2025.
Sementara di tingkat Penggalang SMP, SMP Negeri Sekuting Terpadu berhasil merebut posisi teratas setelah mengungguli pesaing terdekatnya, MTs Negeri 1 Lampung Barat.
Piala bergilir diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMAN 1 Liwa, Kak Muhammad Suharyadi, yang sekaligus menutup OGPP X secara resmi.
Dalam sambutan penutupan, Suharyadi mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kegiatan kepramukaan.
“Juara itu tidak terlalu penting, yang utama kita gembira karena Pramuka itu mendatangkan kegembiraan dan kesenangan.”
Menurutnya, OGPP dirancang tidak hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi peserta untuk mengurangi kejenuhan dan ketegangan melalui kegiatan positif.
Di dalamnya, para peserta dilatih membangun kebersamaan, kekompakan, kepemimpinan, kedisiplinan, serta keterampilan fisik.
“Tahun depan akan kita tingkatkan lagi, kami siap mendukung penuh,” tegasnya.
Bukan Sekadar Lomba, Pramuka Belajar dari Alam
OGPP X tidak berhenti pada persaingan untuk memperebutkan piala. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kepramukaan melalui pengalaman langsung di alam terbuka.
Konsep tersebut sejalan dengan metode kepramukaan belajar sambil melakukan (learning by doing), sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi mengasah kemampuan melalui pengalaman, kerja sama, tantangan, dan aktivitas lapangan.
Sebanyak 390 peserta dari 27 gugus depan (gudep) SD dan SMP se-Lampung Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Peserta datang dari berbagai wilayah, antara lain Balik Bukit, Batu Brak, Sekincau, Sukau hingga Lumbok Seminung.
Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan OGPP X dalam membangun persaudaraan dan kebersamaan antarpelajar.
Selain kompetisi, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung untuk menjaga suasana tetap edukatif sekaligus menyenangkan.
Mulai dari penampilan solo song, joget kreatif hingga edukasi lingkungan hidup.
Menanamkan Kepedulian terhadap Hutan Bukit Barisan.
Salah satu terobosan OGPP X tahun ini adalah penguatan edukasi lingkungan melalui kolaborasi dengan Perkumpulan Repong Indonesia.
Organisasi masyarakat sipil tersebut bergerak dalam bidang pelestarian ekosistem kawasan hutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.
Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada para Penggalang untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, khususnya ekosistem kawasan Bukit Barisan.
Pesan yang dibangun sederhana, tetapi penting: kegiatan Pramuka bukan hanya membentuk pribadi yang disiplin dan tangguh, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka hidup.
Alumni Menjadi Energi
Keberlanjutan OGPP
Eksistensi OGPP hingga memasuki pelaksanaan ke-10 juga tidak terlepas dari dukungan para alumni SMAN 1 Liwa.
Sejak pertama kali dirintis pada 2006, kegiatan ini terus berkembang dengan dukungan Purna Ambalan SMAN 1 Liwa yang kini tersebar di berbagai daerah.
Keterlibatan alumni menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memastikan tradisi positif tersebut tetap hidup dari generasi ke generasi.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Balik Bukit, Kak Junaidi Jamsari, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan OGPP X.
“Terima kasih kepada segenap panitia Ambalan Gadjah Mada–Laksamana Malahayati, jajaran Andalan Ranting, pelaku UMKM, dan keluarga besar gugus depan yang telah berpartisipasi.
Semoga ke depan Pramuka dapat terus menjadi wahana pembinaan karakter anak muda yang jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Penutupan OGPP X akhirnya berlangsung dalam suasana penuh semangat dengan Tepuk Pramuka.
Kompetisi berakhir, tetapi pesan utamanya tetap berlanjut: membangun generasi muda yang disiplin, kompak, terampil, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama.
Dengan berakhirnya OGPP X 2026, para peserta dan pembina kini menatap satu agenda berikutnya: OGPP XI tahun 2027.
(Dok. KN+ Jakfar/Junaidi)

