Tradisi jangan sampai punah! Wabup Tanggamus turun tangan, ajak warga rawat mata air dan hidupkan kembali semangat gotong royong.

KABAR NEGERI PLUS | Tanggamus – Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus tradisi dan budaya lokal, masih ada satu warisan leluhur yang terus bertahan di Kabupaten Tanggamus. Tradisi Bersih Pekon dan Ruwatan Mata Air Batu Kramat kembali menggema di Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Minggu (12/7/2026), dengan pesan tegas: budaya yang ditinggalkan akan menyeret hilangnya jati diri masyarakat.

Momentum sakral tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto yang mengajak seluruh masyarakat agar tidak membiarkan tradisi lokal hanya menjadi seremoni tahunan tanpa makna. Menurutnya, Bersih Pekon merupakan simbol persatuan, gotong royong, sekaligus refleksi untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Bersih Pekon bukan hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga membersihkan hati dan pikiran melalui silaturahmi, kebersamaan, serta doa bersama,” tegas Agus Suranto di hadapan masyarakat.

Ia menilai, tradisi yang selama ini dijaga oleh masyarakat Pekon Batu Kramat merupakan aset sosial yang sangat berharga. Di tengah berbagai tantangan sosial, budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi benteng utama untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan warga.

Tak hanya itu, Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan Mata Air Batu Kramat sebagai sumber kehidupan masyarakat. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya agar warisan yang ditinggalkan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

“Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi agenda seremonial setiap tahun. Jadikan Bersih Pekon sebagai budaya yang hidup, diwariskan kepada generasi muda, dan terus mengakar dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk terus menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan jiwa, dan memperkuat semangat kebersamaan sebagai fondasi membangun pekon yang sehat, aman, dan harmonis.

Kegiatan doa bersama berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri Camat Kota Agung Timur bersama unsur Uspika, Kepala Pekon Batu Kramat Masrantok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang turut memanjatkan doa demi keberkahan dan kelestarian kampung mereka.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pesan yang mengemuka dari Batu Kramat sederhana namun kuat: budaya yang dijaga akan menjadi kekuatan, sedangkan budaya yang ditinggalkan perlahan akan menghapus identitas sebuah daerah.

(Dok.KN +/Akmaluddin.Tgs)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *