HIDUP DI RUMAH NYARIS ROBOH!” — Dua Bersaudara Yatim Piatu di Tanggamus Bertahan di Gubuk Rapuh, Tidur Ditemani Bocor dan Dingin Malam.

Tanggamus | Kabar Negeri Plus — Di saat sebagian orang hidup nyaman di rumah yang hangat dan aman, dua bersaudara yatim piatu di Kabupaten Tanggamus justru harus bertahan hidup di rumah reyot yang nyaris roboh.

Dinding kayu lapuk penuh lubang, atap seadanya, serta lantai yang memprihatinkan menjadi saksi kerasnya perjuangan hidup yang mereka jalani setiap hari.

Potret pilu itu berada di Pekon Tekhuggak Cenggala, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus. Rumah sederhana yang jauh dari kata layak huni tersebut kini ditempati dua anak yatim piatu yang harus menghadapi kehidupan tanpa kasih sayang kedua orang tua mereka.

Kondisi rumah yang mereka tempati sangat memprihatinkan. Dinding papan yang sudah rapuh tampak berlubang di berbagai sisi.

Saat hujan turun, air masuk dari celah-celah bangunan. Ketika malam tiba, hawa dingin menusuk tubuh mereka tanpa mampu ditahan rumah tua yang hampir ambruk itu.
Kedua anak tersebut telah kehilangan ayah sejak beberapa tahun lalu.

Setahun terakhir, mereka kembali diuji setelah sang ibu meninggal dunia. Sejak saat itu, mereka hidup sendiri dalam keterbatasan dan harus berjuang bertahan hidup tanpa perlindungan orang tua.

Ironisnya, rumah yang kini mereka tinggali dulunya merupakan rumah panggung sederhana. Namun karena kondisi ekonomi yang sulit, bangunan tersebut diubah menjadi rumah depok seadanya dengan material yang jauh dari memadai.

Rumah itu berdiri di atas lahan kecil yang dahulu dibeli orang tua mereka ketika masih hidup.
Untuk bertahan hidup, kedua bersaudara itu kini bekerja sebagai buruh tani harian dengan penghasilan yang tidak menentu.

Upah yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, sementara memperbaiki rumah menjadi sesuatu yang sulit mereka jangkau.

Meski demikian, perhatian dari pihak pekon mulai datang. Pemerintah pekon setempat mengaku telah beberapa kali menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga tersebut dan berjanji akan membantu mempermudah seluruh proses administrasi agar kedua anak yatim piatu itu segera mendapatkan bantuan bedah rumah.

Kondisi ini pun memantik rasa prihatin masyarakat sekitar. Banyak warga berharap pemerintah daerah dan para dermawan segera turun tangan sebelum rumah yang ditempati dua bersaudara tersebut benar-benar roboh dan membahayakan keselamatan mereka.

Di tengah kerasnya kehidupan, dua anak yatim piatu itu hanya berharap satu hal sederhana: memiliki rumah yang aman untuk berteduh dan menjalani hidup dengan lebih layak.

(Dok.KN +/M.natshir)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *