Bukan Sekadar Rapat! Partai Buruh Lampung Bongkar Kelemahan Internal, Sipol Jadi Alarm Bahaya Menuju Pemilu!”

KABAR NEGERI PLUS | Bandar Lampung – Pertarungan politik ternyata tidak lagi dimulai di bilik suara. Medan perang sesungguhnya kini berada di meja administrasi, ruang konsolidasi, dan layar komputer para pengurus partai. Siapa yang lengah mengelola organisasi, bersiaplah tertinggal bahkan tersingkir sebelum pesta demokrasi benar-benar dimulai.

Kesadaran itulah yang mendorong Partai Buruh Provinsi Lampung menggelar konsolidasi penting bersama jajaran Dewan Pengurus Exco Partai Buruh Kota Bandar Lampung di Sekretariat Partai Buruh Lampung, Jalan Tupai, Minggu (12/7/2026), pukul 14.00 WIB.

Rapat dibuka langsung oleh Sekretaris Exco Partai Buruh Lampung, Bung Dede, dan dihadiri sekitar 75 persen dari total 28 pengurus Exco Kota Bandar Lampung. Kehadiran mayoritas pengurus dipandang sebagai sinyal bahwa roda organisasi mulai bergerak lebih agresif menghadapi tahapan politik yang semakin padat.

Namun, forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Sejumlah keputusan strategis dibahas, termasuk percepatan pembentukan staf Teknologi Informasi (IT) yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan data dan penginputan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) sesuai kebutuhan tahapan yang diminta oleh KPU.

Di era digital, kesalahan administrasi dapat berakibat fatal. Struktur yang tidak rapi, data anggota yang tidak sinkron, atau kelalaian dalam penginputan berpotensi menghambat proses verifikasi. Karena itu, penguatan kapasitas organisasi dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Ketua Exco Partai Buruh Lampung, Sulaiman Ibrahim, mengingatkan bahwa tantangan terbesar partai bukan hanya datang dari luar, tetapi juga dari kemampuan menjaga disiplin organisasi dan komunikasi internal.
“Komunikasi adalah urat nadi organisasi. Tanpa koordinasi yang kuat, partai akan sulit bergerak dalam satu irama. Semua pengurus harus aktif membangun kebersamaan dan memastikan setiap agenda organisasi berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa partai yang ingin memperoleh kepercayaan publik harus dibangun dengan kerja nyata, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi setiap tahapan demokrasi secara profesional.

Sementara itu, Sekretaris Exco Partai Buruh Kota Bandar Lampung memaparkan sejumlah laporan penting mengenai perkembangan kepengurusan, pembenahan administrasi organisasi, evaluasi struktur, serta langkah-langkah yang harus segera diselesaikan agar roda organisasi berjalan lebih efektif.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para pengurus juga menyoroti pentingnya kaderisasi, peningkatan kompetensi pengurus, serta pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari modernisasi partai. Mereka menilai bahwa organisasi politik tidak cukup hanya mengandalkan semangat perjuangan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan sistem politik yang semakin berbasis data, administrasi, dan tata kelola yang baik.

Konsolidasi ini menjadi penegasan bahwa Partai Buruh Lampung tengah berupaya memperkuat fondasi organisasi dari dalam. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap profesionalisme partai politik, soliditas pengurus, ketertiban administrasi, dan kemampuan membangun komunikasi dinilai akan menjadi faktor penting dalam menghadapi tahapan demokrasi berikutnya.

Bagi Partai Buruh, konsolidasi bukan sekadar rapat internal. Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa perjuangan menyuarakan aspirasi kaum buruh dan kelompok pekerja didukung oleh organisasi yang siap bekerja secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *