
BAU MENYENGAT DIDUGA DARI LIMBAH MBG! WARGA TANGGAMUS RESAH, BAYI 3 BULAN DISEBUT MULAI TERSERANG BATUK, SPPG SOPONYONO TERANCAM DITOLAK WARGA.
TANGGAMUS | Kabar Negeri Plus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap kesehatan masyarakat, kini justru menuai keluhan serius dari warga Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.
Bukan karena makanan yang disajikan, melainkan akibat dugaan pencemaran limbah cair yang disebut-sebut mengeluarkan bau busuk menyengat dan mengalir setiap hari ke drainase lingkungan warga.
Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat RT 1 Dusun I Pekon Soponyono. Warga menilai limbah cair yang dibuang dari fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih berwarna putih pekat dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang diduga berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan.
“Setiap hari kami terpaksa menghirup bau busuk yang menyengat. Sangat tidak nyaman. Yang membuat kami semakin khawatir, di rumah ada bayi yang baru berusia tiga bulan,” ungkap seorang warga berinisial MD kepada wartawan.
Menurutnya, limbah tersebut mengalir langsung melalui saluran drainase yang berada tepat di depan rumah warga. Situasi itu membuat masyarakat merasa tidak tenang karena khawatir dampaknya dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Keluhan warga ternyata bukan baru sekali disampaikan. MD mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah pekon setempat. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang semakin meresahkan warga.
“Saya sudah lapor ke pemerintah pekon, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami berharap pemerintah jangan diam dan jangan terkesan melakukan pembiaran terhadap masalah ini,” tegasnya.
Warga juga mempertanyakan kualitas pengolahan limbah yang seharusnya dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan. Mereka menilai limbah yang keluar semestinya sudah melalui proses pengolahan sehingga tidak lagi berwarna maupun berbau.
“Kami berharap limbah yang dibuang benar-benar sudah bersih, tidak berwarna, dan tidak mengeluarkan bau. Saat ini masyarakat RT 1 sangat resah karena sumber bau itu diduga berasal dari aktivitas SPPG MBG Soponyono,” lanjutnya.
Lebih jauh, warga mengaku mulai merasakan dampak yang mereka kaitkan dengan kondisi lingkungan tersebut. MD bahkan menyebut cucunya yang masih berusia tiga bulan mengalami batuk, sehingga menambah kecemasan keluarga dan warga sekitar.
“Kami khawatir pencemaran ini menjadi sarang penyakit. Cucu saya yang masih bayi sekarang sudah mengalami batuk. Kami tidak ingin kondisi ini terus berlanjut,” katanya.
Masyarakat pun mendesak pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah SPPG MBG Soponyono.
Mereka meminta perbaikan segera dilakukan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
“Bila limbah ini tidak segera dibenahi, kami berharap ada tindakan tegas. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas tersebut,” ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG MBG Soponyono belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai dugaan pencemaran limbah cair tersebut.
Tim Kabar Negeri Plus masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak pengelola.
(Dok.KN +/TGS/Akmaludin)

