
Jangan Sampai Salah Langkah!” — Ini Hal Wajib dan Larangan yang Harus Dijaga Jamaah Menjelang Puncak Haji.
Makkah | Kabar Negeri Plus — Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), para jamaah tidak hanya dituntut memperkuat ibadah, tetapi juga wajib menjaga aturan dan adab selama berada di Tanah Suci.
Kesalahan kecil bisa berdampak pada kondisi kesehatan bahkan mengganggu kelancaran ibadah.
Berikut sejumlah hal penting yang wajib dilakukan jamaah serta larangan yang harus dihindari menjelang puncak haji:
Hal-Hal yang Wajib Dilakukan Jamaah
- Menjaga Kesehatan dan Stamina
Jamaah wajib menjaga kondisi tubuh karena puncak haji membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Istirahat cukup, makan teratur, dan memperbanyak minum air menjadi hal utama. - Memperbanyak Ibadah
Dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, salat sunnah, dan istighfar menjadi amalan yang dianjurkan untuk memperkuat spiritual menjelang wukuf di Arafah. - Mengikuti Arahan Petugas Haji
Jamaah wajib mematuhi jadwal, arahan pembimbing, serta aturan dari petugas kloter agar perjalanan menuju Armuzna berjalan tertib dan aman. - Menyiapkan Perlengkapan Penting
Kain ihram, sandal, kartu identitas, obat-obatan pribadi, masker, payung, dan air minum wajib dipersiapkan sebelum keberangkatan menuju Armuzna. - Menjaga Kebersamaan dan Saling Membantu
Jamaah dianjurkan saling membantu, terutama kepada lansia dan jamaah yang mengalami kesulitan selama pelaksanaan ibadah. - Menjaga Niat dan Kesabaran
Puncak haji sering diwarnai kepadatan dan kelelahan. Karena itu jamaah wajib menjaga emosi, kesabaran, dan keikhlasan selama beribadah.
Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jamaah.
- Memaksakan Diri Beraktivitas Berat
Berjalan jauh, terlalu sering keluar hotel, atau aktivitas berlebihan dapat menyebabkan kelelahan sebelum puncak haji berlangsung. - Mengabaikan Kondisi Kesehatan
Jamaah tidak boleh menunda pengobatan atau mengabaikan gejala sakit seperti demam, pusing, dan dehidrasi karena kondisi cuaca sangat ekstrem. - Berpisah dari Rombongan Tanpa Koordinasi
Keluar sendiri tanpa memberi tahu ketua regu atau rombongan sangat berisiko menyebabkan jamaah tersesat di tengah jutaan manusia. - Bertengkar atau Emosi Berlebihan
Jamaah dilarang menjaga permusuhan, berkata kasar, maupun bertengkar karena ibadah haji menuntut kesabaran dan pengendalian diri. - Membawa Barang Berlebihan
Membawa terlalu banyak barang justru menyulitkan mobilitas jamaah saat perpindahan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. - Mengabaikan Aturan Ihram
Saat memasuki kondisi ihram, jamaah tidak boleh melakukan larangan-larangan ihram seperti memakai wewangian tertentu, memotong rambut, atau tindakan lain yang dilarang syariat.
Menunggu puncak haji bukan sekadar masa persiapan fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan kekuatan hati.
Di tengah lautan manusia dan panasnya Tanah Suci, para jamaah kini berusaha menjaga diri agar mampu menjalani ibadah haji dengan sempurna dan pulang membawa kemabruran.
(Dok.KN +/Admin)

