
Dunia Menekan: Bagaimana Tetap Tenang di Tengah Tekanan Hidup?
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 4 Mei 2026)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan satu kesadaran penting: tekanan hidup tidak bisa dihindari, tetapi ketenangan bisa dipilih.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Dalil
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS Ar-Ra’d [13]: 28)
Inti Pesan
Tekanan hidup itu nyata.
Tuntutan kerja, masalah ekonomi, urusan keluarga—semua datang bersamaan.
Yang membuat berat bukan hanya masalahnya, tetapi cara kita menghadapinya.
Banyak orang mencari ketenangan di luar, padahal sumbernya ada di dalam—yaitu hati yang dekat dengan Allah.
Semakin jauh dari Allah, semakin mudah gelisah.
Semakin dekat, semakin kuat menghadapi tekanan.
Baca Juga:
Waktu Selalu Ada: Masalahnya Kita yang Tidak Mengaturnya
Aksi Hari Ini
Bangun ketenangan dari dalam:
- Perbanyak dzikir harian
Contoh: biasakan istighfar, tasbih, atau shalawat di sela aktivitas—di perjalanan, saat menunggu, atau sebelum memulai pekerjaan. - Kurangi overthinking berlebihan
Tidak semua hal harus dikendalikan. Fokus pada yang bisa dilakukan, selebihnya serahkan kepada Allah. - Ambil jeda untuk ibadah
Salat bukan beban, tapi tempat istirahat dari tekanan. - Latih hati untuk menerima
Tidak semua berjalan sesuai rencana, dan itu bagian dari kehidupan.
Tekanan hidup tidak akan hilang, tetapi hati yang kuat akan membuatnya terasa lebih ringan. Dari sinilah ketenangan dibangun—bukan dari situasi yang sempurna, tetapi dari hubungan yang benar dengan Allah.
Kunci: ketenangan bukan dari keadaan, tetapi dari kedekatan.
Penutup
Dunia boleh menekan, tapi hati tetap bisa tenang.
Dekatkan diri kepada Allah, maka beban terasa lebih ringan.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

