Naik Kelas Otomatis Dipertanyakan, Mengapa Sistem Tinggal Kelas Perlu Dihidupkan Kembali?

Kabar Negeri Plus | Pesawaran, Kedondong – Wacana penghapusan sistem tinggal kelas (retensi) melalui kebijakan naik kelas otomatis atau pendekatan yang lebih menitikberatkan pada aspek psikososial siswa kembali memunculkan perdebatan di dunia pendidikan. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji secara lebih komprehensif agar tidak mengorbankan kualitas lulusan dan standar pendidikan nasional.
Sistem tinggal kelas sejatinya bukan sekadar bentuk hukuman bagi siswa yang belum mencapai target pembelajaran. Lebih dari itu, retensi merupakan mekanisme pengendalian mutu (quality control) yang memastikan setiap peserta didik benar-benar menguasai kompetensi dasar sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Menjaga Standar Akademik.


Tujuan utama pendidikan adalah memastikan setiap siswa memiliki penguasaan terhadap kompetensi dasar yang menjadi fondasi pembelajaran selanjutnya. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (literasi dan numerasi) merupakan prasyarat yang tidak dapat diabaikan.
Apabila siswa yang belum menguasai kemampuan dasar tersebut tetap dinaikkan kelas, mereka akan menghadapi materi yang semakin kompleks tanpa bekal yang memadai. Akibatnya, kesenjangan belajar semakin melebar dan proses pendidikan kehilangan fungsinya sebagai sarana peningkatan kompetensi.
Menumbuhkan Tanggung Jawab dan Motivasi Belajar
Keberadaan sistem tinggal kelas juga memiliki nilai edukatif dalam membangun rasa tanggung jawab siswa terhadap proses belajar.


Ketika tidak ada konsekuensi atas rendahnya pencapaian akademik, motivasi belajar berpotensi menurun. Sebaliknya, adanya kemungkinan mengulang kelas mendorong siswa untuk lebih disiplin, serius, dan berusaha mencapai hasil terbaik. Nilai tersebut sekaligus mengajarkan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari kerja keras dan tanggung jawab pribadi.
Memberikan Kesempatan Remediasi yang Lebih Efektif
Program remedial yang dilakukan dalam waktu singkat sering kali belum mampu mengatasi kesenjangan kemampuan belajar yang cukup besar.
Melalui sistem tinggal kelas, siswa memperoleh waktu yang lebih memadai untuk memperkuat pemahaman konsep dasar tanpa harus terburu-buru mengikuti materi baru. Kesempatan ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih mendalam sehingga fondasi akademik menjadi lebih kokoh.
Mencegah Akumulasi Permasalahan Akademik.


Kesulitan dalam membaca, menulis, maupun berhitung bersifat kumulatif. Jika tidak diselesaikan sejak dini, persoalan tersebut akan terus terbawa hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Akibatnya, siswa berpotensi mengalami frustrasi belajar, kehilangan kepercayaan diri, bahkan meningkatkan risiko putus sekolah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menghasilkan lulusan yang belum memiliki kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Mendorong Integritas Penilaian dan Kualitas Sekolah
Penerapan sistem tinggal kelas juga memperkuat objektivitas penilaian guru dan meningkatkan akuntabilitas sekolah.


Guru terdorong melakukan evaluasi secara profesional sesuai capaian kompetensi siswa. Di sisi lain, sekolah memiliki tanggung jawab lebih besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pendampingan, dan intervensi akademik agar jumlah siswa yang harus mengulang kelas dapat ditekan melalui peningkatan mutu pengajaran, bukan sekadar menaikkan seluruh siswa tanpa mempertimbangkan kompetensinya.
Menjaga Mutu Pendidikan Nasional.


Menghidupkan kembali sistem tinggal kelas bukan berarti mengabaikan aspek psikologis peserta didik. Sebaliknya, kebijakan tersebut perlu disertai layanan konseling, pendampingan, dan program remediasi yang terstruktur sehingga siswa memperoleh kesempatan memperbaiki kemampuan akademiknya secara optimal.
Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan angka kelulusan, tetapi juga memastikan setiap lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Menjaga standar mutu pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

 


(Dok. KN+ / By Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *