Jangan Membalas Keburukan dengan Keburukan

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 16 Juli 2026 | Hari 16 Minggu III)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan memperindah akhlak sebagaimana yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Kemarin kita belajar bahwa memaafkan adalah jalan menuju kemuliaan.

Hari ini kita melangkah satu tingkat lebih tinggi.

Yaitu membalas keburukan bukan dengan keburukan, tetapi dengan kebaikan.

Hal ini bukan perkara yang mudah.

Naluri manusia ingin membalas ketika disakiti.

Ingin membalas ketika dihina.

Ingin membalas ketika diperlakukan tidak adil.

Namun seorang mukmin tidak membiarkan emosinya mengalahkan imannya.

Ia memilih jalan yang diajarkan Allah.

Jalan yang mungkin terasa berat, tetapi membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Tidak semua pertengkaran harus dimenangkan.

Tidak semua hinaan harus dibalas.

Kadang kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu menjaga akhlak saat orang lain kehilangan akhlaknya.

Dalil

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara engkau dan dia ada permusuhan seakan-akan menjadi teman yang sangat setia.”

(QS Fussilat [41]: 34)

Inti Pesan

Ayat ini mengajarkan sesuatu yang luar biasa.

Allah tidak sekadar memerintahkan agar kita tidak membalas kejahatan.

Allah memerintahkan kita membalasnya dengan cara yang lebih baik.

Mengapa?

Karena keburukan yang dibalas dengan keburukan hanya akan memperpanjang permusuhan.

Sedangkan keburukan yang dibalas dengan akhlak yang baik sering kali mampu melunakkan hati.

Memang tidak semua orang akan berubah.

Namun kita tetap memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Akhlak mulia tidak bergantung pada perlakuan orang lain.

Akhlak mulia lahir dari keimanan yang kokoh kepada Allah.

Kisah Teladan

Suatu hari, Rasulullah ﷺ sering dilempari sampah oleh seorang wanita tua ketika beliau melewati jalan menuju tempat berdakwah.

Namun Rasulullah ﷺ tidak pernah membalas dengan kemarahan.

Beliau tetap melewati jalan itu dengan akhlak yang baik.

Suatu hari, wanita tersebut tidak lagi terlihat.

Rasulullah ﷺ justru bertanya tentang keadaannya.

Ketika mengetahui wanita itu sedang sakit, beliau datang menjenguknya.

Wanita itu sangat terkejut.

Orang yang selama ini ia sakiti justru datang membawa perhatian dan doa.

Akhlak Rasulullah ﷺ itulah yang akhirnya menyentuh hati wanita tersebut.

Walaupun riwayat kisah ini diperselisihkan tingkat kesahihannya oleh para ulama, nilai akhlak yang dikandungnya sejalan dengan banyak ajaran Rasulullah ﷺ yang sahih, yaitu membalas keburukan dengan kebaikan, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Adapun dalam banyak riwayat sahih, Rasulullah ﷺ memang dikenal sebagai pribadi yang penyabar, pemaaf, dan tidak membalas perlakuan buruk dengan keburukan.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Mungkin hari ini ada orang yang berbicara buruk tentang kita.

Mungkin ada yang meremehkan usaha kita.

Atau memperlakukan kita dengan tidak baik.

Jika kita membalas dengan cara yang sama.

Apa bedanya kita dengan mereka?

Namun jika kita memilih bersabar, menjaga ucapan, dan tetap berbuat baik.

Di situlah letak kemuliaan seorang mukmin.

Ini bukan berarti membiarkan kezaliman terus terjadi.

Islam tetap mengajarkan untuk menegakkan keadilan dan mempertahankan hak dengan cara yang benar.

Tetapi dalam urusan pribadi, akhlak yang baik sering kali menjadi jalan terbaik untuk memutus rantai permusuhan.

Kunci

Membalas keburukan dengan kebaikan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa hati lebih dipimpin oleh iman daripada oleh amarah.

Baca Juga:

Hati yang Bersih Harus Terus Dijaga

 

Aksi Hari Ini

Tahan lisan ketika emosi datang

Jangan biarkan satu kalimat merusak hubungan yang telah lama terjalin.

Balas perkataan kasar dengan ucapan yang baik

Karena kelembutan lebih kuat daripada kemarahan.

Doakan orang yang menyakitimu

Agar Allah memperbaiki dirinya dan menjaga hati kita dari kebencian.

Jadilah penyejuk dalam setiap perselisihan

Jangan menjadi penyebab bertambah besarnya masalah.

Ingat bahwa Allah melihat setiap kesabaran kita

Tidak ada satu pun akhlak mulia yang luput dari balasan Allah.

Sering kali kita ingin mengubah orang lain melalui kemarahan. Padahal banyak hati yang justru berubah karena melihat kesabaran dan akhlak yang baik.

Penutup

Jika hari ini engkau dihina,

jangan terburu-buru membalas.

Jika hari ini engkau disakiti,

jangan biarkan amarah menguasai hati.

Jika hari ini engkau diperlakukan tidak adil,

tetaplah menjaga akhlak.

Karena kehormatan seorang mukmin bukan terletak pada kemampuannya membalas.

Tetapi pada kemampuannya mengendalikan diri.

Sebagaimana Rasulullah ﷺ menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang menyakitinya, demikian pula kita diajarkan untuk menjadikan akhlak sebagai cerminan iman.

Mungkin orang lain tidak langsung berubah.

Namun Allah pasti melihat setiap kesabaran dan setiap kebaikan yang kita lakukan.

Dan balasan dari Allah selalu lebih indah daripada balasan apa pun yang dapat diberikan manusia.

Semoga Allah menghiasi hati kita dengan kesabaran, menjaga lisan kita dari ucapan yang menyakitkan, memberikan kekuatan untuk membalas keburukan dengan kebaikan, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang berakhlak mulia sebagaimana Rasulullah ﷺ.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *