JEMBATAN DIBANGUN, URAT NADI PERTANIAN SUKARAME KEMBALI BERDENYUT! Dana Desa 2026 Dikawal Lewat Musyawarah, Petani Kini Punya Harapan Baru.

KABAR NEGERI PLUS | PESISIR BARAT/TANGGAMUS PERBATASAN, 23 JUNI 2026.

Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas penggunaan Dana Desa, Pemerintah Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras, justru menunjukkan langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Sebuah jembatan yang selama ini menjadi harapan petani akhirnya dibangun di wilayah Pemangku Pampang Balak, membuka kembali akses vital menuju kawasan pertanian yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan ekonomi warga.

Pembangunan jembatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan dengan prinsip Padat Karya Tunai Desa (PKTD), melibatkan tenaga kerja lokal sehingga tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan penelusuran Kabar Negeri Plus di lapangan, lokasi pembangunan bukanlah titik biasa. Kawasan yang berada di wilayah Atar Cangkuk, Pemangku Pampang Balak, dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian dan lumbung pangan masyarakat Pekon Sukarame.

Selama ini akses menuju lahan tersebut kerap menjadi kendala, terutama saat musim hujan ketika mobilitas hasil pertanian terganggu.
Tokoh masyarakat setempat, Husni Tamrin, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pekon terhadap kebutuhan masyarakat petani.

“Jembatan ini memang sudah lama diharapkan warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Pekon Sukarame, karena pembangunan ini sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian dan mengangkut hasil panen,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Pendamping Lokal Desa (PLD) Pekon Sukarame, Januar Ali, S.Pd.I. Sebagai putra daerah, ia mengaku memahami betul pentingnya akses tersebut bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, wilayah Atar Cangkuk bukan sekadar hamparan lahan pertanian biasa, melainkan kawasan produktif yang menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan masyarakat Pekon Sukarame.

“Pembangunan jembatan ini sangat strategis. Kawasan tersebut merupakan lumbung pangan masyarakat. Ketika akses diperbaiki, maka distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar dan produktivitas masyarakat dapat meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Peratin Pekon Sukarame, Habi Yanto, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba. Proyek tersebut merupakan hasil kesepakatan masyarakat melalui Musyawarah Desa dan telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Permendes Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pedoman dan Petunjuk Operasional Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi desa.

“Pembangunan ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Desa. Karena manfaatnya sangat besar bagi sektor pertanian, maka dimasukkan dalam prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026,” tegas Habi Yanto.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, keberadaan jembatan tersebut menjadi simbol bagaimana Dana Desa dapat digunakan secara tepat sasaran ketika perencanaan dilakukan secara partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Kini, harapan para petani di Pemangku Pampang Balak tidak lagi terhambat oleh medan yang sulit dilalui. Dengan akses yang semakin baik, distribusi hasil panen diharapkan menjadi lebih cepat, biaya angkut menurun, dan roda perekonomian masyarakat Pekon Sukarame dapat bergerak lebih kuat.

Pertanyaannya, mampukah pembangunan seperti ini menjadi contoh bagi pekon-pekon lain dalam memanfaatkan Dana Desa secara efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat? Warga Sukarame tampaknya sudah mendapatkan jawabannya. Infrastruktur dibangun, ekonomi bergerak, dan harapan petani kembali tumbuh di atas jembatan yang kini berdiri kokoh di tengah lumbung pangan desa.

(Dok.KN +/Rodi.s./PSBR)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *