
GEBRAKAN BARU! LPK BDI Lampung Tancap Gas Digitalisasi Total, Siap Cetak UMKM Tangguh Menuju Indonesia Emas.
LAMPUNG | Kabar Negeri Plus – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang menuntut kecepatan dan adaptasi, Lembaga Pelatihan Kerja Bina Desa Indonesia (LPK BDI) Provinsi Lampung justru mengambil langkah berani:
melakukan transformasi menyeluruh berbasis digital. Bukan sekadar wacana, organisasi ini mulai menyiapkan fondasi besar untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan UMKM tangguh demi menyongsong Indonesia Emas.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPW LPK BDI Provinsi Lampung, M. Nasir, dalam momentum Halal Bihalal keluarga besar LPK BDI yang dihadiri jajaran pengurus serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat, termasuk Wakil Ketua Umum E. Ginanjar.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Seluruh program LPK BDI kini diarahkan berbasis digital agar mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Nasir dalam pemaparannya.
Transformasi Nyata, Bukan Sekadar Retorika
Langkah digitalisasi yang diusung LPK BDI tidak berhenti pada konsep. Nasir memaparkan bahwa sejumlah program strategis tengah disiapkan, mulai dari penguatan kapasitas pelatihan kerja hingga pengembangan sektor UMKM berbasis teknologi.
Program ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik masyarakat, khususnya di kalangan ekonomi menengah ke bawah yang selama ini masih tertinggal dalam akses teknologi dan pelatihan kewirausahaan.
Tak hanya itu, DPW LPK BDI Lampung juga akan melakukan roadshow ke berbagai kabupaten sebagai bagian dari penguatan organisasi sekaligus memastikan program berjalan hingga ke akar rumput.
Dukungan Pusat dan Komitmen Organisasi
Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Pusat LPK BDI yang dinakhodai oleh Kusnan.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui Waketum, Kusnan menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART.
Selain itu, seluruh jajaran diminta untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah serta mengedepankan kepentingan masyarakat kecil sebagai prioritas utama.
“LPK BDI harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh program pemberdayaan,” ujar Ginanjar menyampaikan amanat DPP.
Realita di Lapangan: Masyarakat Masih Butuh Sentuhan Nyata.
Di tengah optimisme tersebut, suara dari daerah turut memperkaya perspektif. Ketua LPK BDI Kabupaten Pesawaran, Apriyanto,
mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan perhatian maksimal, terutama dalam hal pelatihan kewirausahaan.
Menurutnya, minimnya pelatihan dan pendampingan menjadi salah satu penyebab utama masyarakat kecil sulit bersaing di era digital.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya punya potensi, tapi tidak punya akses pelatihan. Ini yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Strategi Zonasi, Perluas Jangkauan hingga Pelosok.
Sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi, LPK BDI juga menerapkan sistem zonasi untuk memperluas jangkauan dan efektivitas kerja.
Pembagian wilayah ini menjadi langkah strategis agar organisasi lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan daerah.
Adapun pembagian zona tersebut meliputi:
- Zona Barat dipimpin Zulhijriah Tina Sari
- Zona Tengah diketuai Sri Cahyo
- Zona Timur dipimpin Jasmawati Daeng Sangarji
Dengan sistem ini, LPK BDI optimistis mampu menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke pelosok, sekaligus memastikan setiap program berjalan tepat sasaran
.
Menuju Indonesia Emas: LPK BDI Ambil Peran
Dengan berbagai langkah strategis yang mulai dijalankan, LPK BDI Lampung menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan dan digitalisasi.
Transformasi ini bukan hanya tentang perubahan sistem, tetapi juga tentang membangun harapan baru bagi masyarakat kecil agar mampu berdiri sejajar di tengah persaingan global.
“Ini bukan hanya tentang organisasi, tapi tentang masa depan masyarakat. LPK BDI harus menjadi bagian dari solusi menuju Indonesia Emas,” pungkas Nasir.
(Dok.KN +/Admin)

