
TUGU ADIPURA DIKEPUNG MASSA! Ratusan Peserta Aksi SPPG Padati Jantung Kota Bandar Lampung, Lalu Lintas Lumpuh dan Dialihkan
KABAR NEGERI PLUS | BANDAR LAMPUNG
Suasana yang biasanya menjadi simbol ketertiban dan kebanggaan Kota Bandar Lampung mendadak berubah tegang, Senin (22/6/2026). Ratusan massa yang mengatasnamakan diri SPPG memadati kawasan Tugu Adipura, memaksa aparat melakukan rekayasa lalu lintas dan mengalihkan arus kendaraan dari sejumlah ruas jalan utama di pusat kota.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut langsung menyita perhatian masyarakat. Bundaran Tugu Adipura yang selama ini menjadi barometer aktivitas Kota Bandar Lampung berubah menjadi lautan massa berpakaian dominan putih yang datang membawa spanduk, poster, serta menyampaikan orasi secara bergantian.
Pantauan awak Kabar Negeri Plus di lokasi menunjukkan peserta aksi memenuhi area pelataran Tugu Adipura yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Enggal. Mereka berkumpul mengelilingi monumen ikonik tersebut sambil menyuarakan berbagai aspirasi yang hingga kini masih belum dijelaskan secara resmi kepada publik.
Kehadiran massa dalam jumlah besar membuat aparat kepolisian bergerak cepat. Puluhan personel dari Polresta Bandar Lampung bersama jajaran Satlantas diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi sekaligus mengatur arus kendaraan yang mulai mengalami kepadatan di sejumlah titik.
Akibat kegiatan tersebut, kendaraan dari arah Jalan Raden Intan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Diponegoro menuju Bundaran Tugu Adipura terpaksa dialihkan sementara. Pengendara roda dua maupun roda empat diarahkan melewati jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di lokasi aksi.
Sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap tampak berjaga di setiap sisi bundaran. Pengamanan dilakukan secara ketat untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu stabilitas keamanan di pusat kota.
Meski sempat menimbulkan kemacetan dan mengubah pola lalu lintas di kawasan tersebut, situasi hingga menjelang siang masih terpantau kondusif. Tidak terlihat adanya tindakan anarkis maupun upaya penutupan jalan secara total oleh peserta aksi.
Namun demikian, sejumlah pertanyaan masih menggantung di tengah masyarakat. Siapa sebenarnya SPPG? Apa tuntutan yang mereka bawa hingga harus turun ke jalan dan memusatkan aksi di ikon utama Kota Bandar Lampung?
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari koordinator lapangan maupun pihak penyelenggara aksi terkait tujuan dan tuntutan yang mereka perjuangkan. Awak media Kabar Negeri Plus masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.
Perkembangan aksi ini akan terus kami pantau.
(Dok. KN+ | Indak Supandi)
Â

