
BERKEDOK POCONG, PENCURI BERKELIARAN! Saat Rezeki Halal Dianggap Sulit, Cara Haram Justru Jadi Pilihan.
Kabar Negeri Plus | Bandar Lampung | 4 Juni 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Di tengah sulitnya kondisi ekonomi yang dikeluhkan sebagian orang, muncul fenomena kejahatan dengan modus yang tak biasa dan terbilang nekat.
Pelaku kriminal kini diduga menggunakan kostum pocong untuk meneror warga sebelum melancarkan aksi pencurian.
Fenomena “pocong jadi-jadian” yang belakangan ramai diperbincangkan warga disebut kerap beraksi pada larut malam, terutama setelah pukul 22.00 WIB. Dengan memanfaatkan suasana sepi dan ketakutan masyarakat terhadap hal-hal mistis, para pelaku diduga menyamar sebagai pocong untuk mengelabui sekaligus menakut-nakuti calon korbannya.
Modus yang digunakan cukup mengkhawatirkan. Pelaku diduga terlebih dahulu mengamati rumah-rumah yang dianggap menjadi target empuk. Mereka tidak bekerja sendirian, melainkan dalam kelompok yang telah memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya.
Ketika pemilik rumah panik atau ketakutan akibat kemunculan sosok menyerupai pocong, komplotan tersebut diduga memanfaatkan situasi untuk masuk dan menggasak barang-barang berharga. Telepon genggam, laptop, uang tunai, hingga perhiasan menjadi sasaran utama para pelaku.
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa kejahatan terus berkembang dengan berbagai cara yang tidak terduga. Di balik penampakan yang dianggap menyeramkan, bisa saja terdapat pelaku kriminal yang sengaja memanfaatkan rasa takut masyarakat untuk memperoleh keuntungan dengan cara melanggar hukum.
Media Kabar Negeri Plus mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah panik apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
Segera laporkan kepada aparat keamanan atau warga setempat jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Selain berisiko kehilangan harta benda, masyarakat juga harus berhati-hati karena pelaku kejahatan tidak menutup kemungkinan melakukan tindakan kekerasan apabila aksinya diketahui atau mendapat perlawanan dari korban.
Kewaspadaan, kepedulian antarwarga, serta pengamanan lingkungan secara bersama-sama menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya korban baru akibat modus kejahatan yang semakin beragam dan meresahkan masyarakat.
(Dok. KN+ | Jakfar Sidik)

