
Jamkeswatch dan Pengamalan Pancasila hadir di tengah Rakyat, Mengawal keadilan Sosial Di Bidang Kesehatan.
Kabar Negeri Plus | Hari Lahir Pancasila 2026.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara, melainkan momentum untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai luhur Pancasila telah diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satu sektor yang menjadi tolok ukur nyata adalah pelayanan kesehatan, karena kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi.
Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, kehadiran Jamkeswatch (Jaringan Masyarakat Peduli Kesehatan) menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial masih terus diperjuangkan.
Melalui pendampingan pasien, advokasi hak-hak kesehatan masyarakat, hingga pengawasan terhadap pelayanan publik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya, Jamkeswatch hadir sebagai mitra rakyat yang berupaya memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak kesehatannya akibat persoalan administrasi, birokrasi, maupun ketidakadilan pelayanan.
Aktivitas tersebut merupakan implementasi langsung dari sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang mengamanatkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan secara adil dan bermartabat tanpa diskriminasi.
Semangat para relawan Jamkeswatch yang bekerja secara sukarela demi membantu masyarakat juga mencerminkan nilai sila ketiga, Persatuan Indonesia, di mana kepentingan kemanusiaan ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Namun demikian, masih banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
Keluhan masyarakat terkait lambannya pelayanan, sulitnya akses bagi warga kurang mampu, hingga masih adanya perlakuan yang dianggap tidak manusiawi terhadap pasien menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila di sektor kesehatan belum sepenuhnya terwujud.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Jamkeswatch Kota Bandar Lampung, Ahmad Syalahudin, menyampaikan kritik sekaligus peringatan tegas kepada seluruh pihak penyelenggara pelayanan kesehatan agar kembali menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai Pancasila hanya menjadi slogan yang diperingati setiap tahun, tetapi tidak tercermin dalam pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan.
Ketika masih ada rakyat kecil yang dipersulit mendapatkan hak kesehatannya, ketika pasien masih harus berjuang sendiri menghadapi birokrasi yang berbelit-belit, maka kita harus berani mengakui bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial belum berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Ahmad Syalahudin.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal fasilitas dan teknologi, melainkan juga soal sikap, empati, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Rumah sakit dan seluruh fasilitas kesehatan harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan ketakutan dan kesulitan.
Pancasila mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena itu, setiap pasien harus diperlakukan dengan hormat, tanpa diskriminasi, tanpa melihat status sosial, ekonomi, maupun latar belakangnya,” lanjutnya.
Ahmad Syalahudin juga menegaskan bahwa Jamkeswatch akan terus berada di garis depan untuk mengawal hak-hak kesehatan masyarakat serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam memperbaiki sistem pelayanan kesehatan yang masih lemah.
“Jamkeswatch tidak hadir untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan negara benar-benar hadir bagi rakyatnya.
Kami akan terus mengawal, mengawasi, dan memperjuangkan hak-hak masyarakat agar cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tertuang dalam sila kelima Pancasila dapat benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Di momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Jamkeswatch mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol atau seremonial tahunan. Sebab hakikat Pancasila akan terlihat dari bagaimana negara dan seluruh institusinya memperlakukan rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan dan pelayanan.
“Pancasila akan hidup ketika rakyat mendapatkan keadilan. Pancasila akan bermakna ketika pelayanan kesehatan diberikan secara manusiawi. Dan Pancasila akan benar-benar menjadi jiwa bangsa ketika tidak ada lagi warga yang merasa dipersulit untuk memperoleh hak kesehatannya.”
(Dok.KN +/Admin)

