Polemik Tanah Ulayat Buay Belunguh Berlanjut, Dang Ike Edwin Ajak Tokoh Adat Tempuh Musyawarah

Kabar Negeri Plus, Tanggamus – Polemik yang kepanjangan tidak berujung sebabkan tidak adanya kemufakatan diantara beberapa kelompok adat yang berdomisili disekitar tanah Ulayat

‎Hasil investigasi dari pihak media ini mendapatkan banyak informasi setelah melihat banyak pemberitaan dari media online beberapa hari yang lalu menyebutkan banyak penyusup juga perusuh dilokasi tanah Ulayat adat tersebut, Kecamatan Kotaagung timur, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Rabu 5 Agustus 2026.


‎Keberadaan tentang asal-usul tanah adat diyakinkan dari peta wilayah resmi secara hukum adalah milik adat Kebuayan Belunguh, tulisan sejarah menyatakan dari tahun 1701 Raja Belunguh turun dari Kenali  beliau mendirikan kampung halaman bernama Kagungan Umbul Buah Tanjung Hikhan gelar kebesaran nya adalah Raja Singa Besar dan sampai sekarang makan keramatnya masih ada. Jadi besar dugaan statement ataupun klaim dari pihak lain mengatasnamakan kepemilikan dan kelompok yang masih mengakui lahan tanah bersengketa merupakan tanah HGU milik Tanggamus Indah (TI) itu perlu diragukan kebenarannya.

‎Ketua umum pergerakan pembebasan tanah Ulayat adat Buay Belunguh Dang Ike Edwin menyatakan kalau tanah Belunguh itu memang ada di Tanggamus, tanah milik adat jadi harus pulang ke adat untuk kesejahteraan masyarakat adat, misalkan ada salah satu masarakat adat yang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri tidak mau berjuang untuk masyarakat banyak walaupun beliau itu pangkat saibatin pangeran turunkan saja dengan memakai surat pernyataan bersama tokoh tokoh adat

‎” saya sudah membantu kalian semua masyarakat adat Buay Belunguh untuk mengembalikan tanah adat kalian supaya kembali ke adat dan itu sudah jelas,” ucapnya

‎Beliau juga menambahkan memastikan surat keputusan sudah dikeluarkan oleh gubernur dan Bupati dan sudah ditandatangani resmi pada waktu itu tinggal kalian semua yang di wilayah sana duduk bersama bareng panggil semua raja raja dalom masyarakat adat  bermusyawarah dengan damai jangan sampai ribut ribut tunjukkon kalau kita orang Lampung punya harkat martabat cinta damai sampai ke luar

‎” Saya pernah bawa memakai pakaian adat budaya kita sampai keluar negeri waktu itu ada tujuh ratusan suku SE Asia himbauannya sebagai suku Lampung untuk selalu mengangkat derajat berbudaya yang bagus,”ujarnya ketua umum .

‎(Dok KN+ Akmaluddin /tgs)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *