
Dari Jalan Perjuangan Buruh ke Istana Negara! Kabar Negeri Plus: Pelantikan Said Iqbal Jadi Harapan Baru bagi Jutaan Pekerja Indonesia.
Bandar Lampung | Kabar Negeri Plus | 9 Juni 2026.
Perjuangan panjang yang selama ini bergema dari pabrik, kawasan industri, hingga mimbar-mimbar aksi buruh kini menemukan ruang yang lebih dekat dengan pusat pengambilan kebijakan negara.
Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai penyambung suara kaum pekerja, Ir. H. Said Iqbal, M.E., resmi mengemban amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi peristiwa penting dalam dinamika pemerintahan nasional, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi jutaan pekerja Indonesia yang mendambakan perlindungan, keadilan, dan kesejahteraan yang lebih baik di masa mendatang.
Atas momentum bersejarah tersebut, Direktur Media Kabar Negeri Plus, Dangs Yuli Fransyah, bersama seluruh kru dan awak media menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Said Iqbal atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia.
Menurut Dangs Yuli Fransyah, penunjukan Said Iqbal merupakan langkah strategis yang mencerminkan hadirnya suara pekerja secara lebih nyata dalam lingkaran kebijakan nasional.
Pengalaman panjang yang dimiliki Said Iqbal dalam memperjuangkan hak-hak buruh dinilai menjadi modal penting dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.
“Kami keluarga besar Media Kabar Negeri Plus mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Ir. H. Said Iqbal, M.E. atas pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Ini bukan hanya sebuah jabatan, tetapi amanah besar yang membawa harapan jutaan pekerja Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak dan sejahtera,” ujar Dangs.
Ia menilai, dunia ketenagakerjaan Indonesia saat ini membutuhkan figur yang memahami persoalan pekerja tidak hanya dari data dan laporan, tetapi juga dari realitas yang dihadapi para buruh setiap hari.
Karena itu, kehadiran Said Iqbal di lingkungan kepresidenan diyakini mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha guna menciptakan kebijakan yang lebih berkeadilan.
Di tengah tantangan global, transformasi digital, perkembangan teknologi, dan perubahan pola kerja yang terus bergerak cepat, pekerja Indonesia membutuhkan perlindungan yang adaptif sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
Harapan itulah yang kini mengiringi langkah baru Said Iqbal dalam menjalankan tugasnya sebagai penasihat presiden.
Bagi Kabar Negeri Plus, pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penambahan posisi di lingkungan pemerintahan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi simbol bahwa aspirasi pekerja memiliki tempat dalam pembangunan nasional.
Ketika suara buruh dapat didengar lebih dekat oleh pengambil keputusan, maka peluang lahirnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat pekerja akan semakin terbuka.
Seluruh kru dan awak media Kabar Negeri Plus berharap amanah yang kini berada di pundak Said Iqbal dapat diwujudkan melalui kebijakan yang mampu memperkuat perlindungan tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan kesejahteraan buruh menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.
Dengan rekam jejak panjang, dedikasi yang telah teruji, dan komitmen yang selama ini ditunjukkan kepada kaum pekerja, publik kini menaruh harapan besar kepada Ir. H. Said Iqbal, M.E. untuk menghadirkan perubahan yang nyata.
Dari ruang-ruang perjuangan buruh hingga Istana Negara, perjalanan itu kini memasuki babak baru. Sebuah babak yang diharapkan tidak hanya mengangkat suara pekerja, tetapi juga menghadirkan masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh tenaga kerja Indonesia.
“Selamat dan sukses kepada Ir. H. Said Iqbal, M.E. atas pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Semoga amanah besar ini menjadi jalan lahirnya kebijakan-kebijakan yang membawa manfaat nyata bagi pekerja, bangsa, dan negara.”
— Dangs Yuli Fransyah, Direktur Media Kabar Negeri Plus beserta seluruh kru dan awak media.
(Dok.KN +/Admin)

