
MBG Kembali Bergulir, Pengawasan Diperketat! Gubernur Lampung Turun Langsung, Ada Catatan Penting yang Jadi Alarm Evaluasi
Bbman pemantauan awal menunjukkan masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari proses distribusi, kualitas makanan, hingga pelayanan di dapur penyedia.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin program strategis nasional ini hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar diawasi hingga makanan diterima para siswa dalam kondisi layak.
Pemantauan dilakukan pada Senin (13/7) dengan menyasar sejumlah sekolah serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandar Lampung.
“Setelah masuk sekolah ini, sesuai instruksi Bapak Presiden, kita bersama-sama berkolaborasi dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengawasi dapur MBG dan distribusinya sampai kepada lauk-pauknya. Hari ini kami berkeliling ke SD, SMP, SLB hingga SMA untuk memastikan program ini berjalan dengan baik,” ujar Gubernur Mirza.
Pengawasan tersebut tidak dilakukan secara simbolis. Pemerintah Provinsi Lampung membentuk lima tim yang disebar ke berbagai lokasi. Tim pertama dipimpin langsung Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo.
Sementara itu, tim kedua dipimpin Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Tim ketiga dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Firsada, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan, serta Asisten Administrasi Umum Sulpakar. Tim lainnya juga diterjunkan untuk memastikan pengawasan menjangkau lebih banyak titik pelayanan MBG.
Dalam inspeksi lapangan, Gubernur bersama Kajati mengunjungi SD Negeri 4 Sumberejo, SMA Negeri 7 Bandar Lampung, SLB B dan SLB C Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, hingga dapur SPPG Beringin Raya di Kecamatan Kemiling.
Di setiap lokasi, rombongan berdialog langsung dengan kepala sekolah, guru, pengelola dapur, hingga para siswa guna menggali kondisi riil pelaksanaan MBG pada hari pertama sekolah. Masukan dari lapangan akan menjadi dasar penyempurnaan program agar distribusi makanan, mutu gizi, kebersihan dapur, serta pelayanan kepada peserta didik dapat berjalan lebih optimal.
Pengawasan yang melibatkan unsur pemerintah dan Kejaksaan ini juga menjadi pesan bahwa Program MBG kini tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga pada akuntabilitas pelaksanaan. Evaluasi sejak hari pertama diharapkan mampu menutup celah persoalan yang berpotensi mengganggu kualitas layanan, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah benar-benar tercapai.
(Dok.KN +/Admin)

