Tak Ada Ruang bagi ASN yang Bermain-main!” Bupati Saleh Asnawi Lantik 12 Pejabat, Kirim Pesan Keras: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Fasilitas Kekuasaan

KABAR NEGERI PLUS | TANGGAMUS

Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali melakukan penyegaran birokrasi. Namun, pelantikan 12 pejabat administrator dan pengawas yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus, Selasa (7/7/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Di balik prosesi pengambilan sumpah jabatan, tersimpan pesan tegas dari Bupati Saleh Asnawi kepada seluruh aparatur sipil negara: tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang bekerja setengah hati atau menjadikan jabatan sebagai simbol kekuasaan.

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari strategi memperkuat mesin birokrasi agar lebih profesional, responsif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor 800.1.3.3/1277/45/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam dan Dari Jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Menurut Saleh Asnawi, setiap jabatan yang diberikan pemerintah bukanlah hadiah ataupun bentuk penghargaan kepada seseorang, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga di hadapan Allah SWT.

“Jabatan yang saudara emban bukanlah sebuah penghargaan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan yang paling utama kepada Allah SWT,” tegas Bupati.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Tanggamus menginginkan perubahan nyata dalam budaya kerja birokrasi. Profesionalisme, integritas, serta pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat menjadi standar yang wajib diwujudkan oleh setiap pejabat.

Camat Diminta Turun ke Lapangan, Bukan Sekadar Duduk di Balik Meja

Secara khusus, Bupati memberikan perhatian kepada para camat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa camat merupakan ujung tombak pemerintahan daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, seorang camat dituntut menjadi pemimpin wilayah yang responsif terhadap persoalan masyarakat, inovatif dalam mencari solusi, serta mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh unsur pemerintahan pekon maupun berbagai elemen masyarakat.

Sinergi bersama kepala pekon, Badan Hippun Pemekonan (BHP), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan kolaboratif, bukan dengan konflik.

Lurah Harus Hadir dengan Hati, Bukan Sekadar Mengurus Administrasi

Pesan yang sama juga disampaikan kepada lurah yang baru dilantik. Bupati menegaskan bahwa wajah pelayanan pemerintah paling dekat dengan masyarakat berada di kantor kelurahan.

Karena itu, pelayanan yang lambat, berbelit-belit, dan tidak memberikan kepastian sudah tidak boleh lagi menjadi budaya birokrasi.

“Lurah harus benar-benar menjadi pelayan masyarakat yang hadir dengan hati, bekerja cepat, memberikan kepastian pelayanan, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bijaksana,” ujar Saleh Asnawi.

Menurutnya, masyarakat kini menuntut pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan memberikan solusi. Aparatur pemerintah dituntut mampu menjawab harapan tersebut melalui kerja nyata, bukan sekadar rutinitas administratif.

Integritas Jadi Harga Mati

Di hadapan seluruh pejabat administrator dan pengawas yang dilantik, Bupati kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas, memperkuat koordinasi antarlembaga, membangun kerja sama tim yang solid, serta menjadi teladan bagi seluruh ASN.

Ia menegaskan bahwa kepentingan pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bekerja dengan ikhlas. Jangan pernah memberikan kesempatan kepada kepentingan pribadi mengganggu tugas kita. Semua harus bekerja dengan tulus demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang sekaligus menegaskan arah kepemimpinan Bupati Saleh Asnawi, yakni membangun birokrasi yang bersih, berintegritas, profesional, serta benar-benar hadir untuk melayani masyarakat Tanggamus.

12 Pejabat Resmi Dilantik

Adapun pejabat yang dilantik terdiri atas:

  1. Sunardi, S.Pd. – Camat Limau.
  2. Simanjuntak, S.P. – Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  3. Siti Baizah, S.E. – Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Yerni, S.E. – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.
  5. Rudiyanto, S.E. – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
  6. Maskur Sidiq, S.Pd. – Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  7. Ardinal Sumiro, S.Pd. – Kepala Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  8. Mega Sari, S.E. – Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
  9. Apriliani Taurusia, S.Kom., M.M. – Lurah Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung.
  10. Muzanni, S.IP. – Kepala UPTD Pengujian Kota Agung Dinas PUPR.
  11. Haslinda Aulia Marlaut, S.Ak. – Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pengujian Bulok Dinas PUPR.
  12. Emil Salim, S.P. – Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Barat.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi, para asisten dan staf ahli bupati, Kepala BKSDM, Kepala BPKAD, Kepala Bagian Protokol, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

(Dok KN +/Akmaluddin/Tgs)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *