Jalan Dibangun Warga, Pajak Dipertanyakan! Video Viral Guncang Lampung Timur, Bupati Ela Akhirnya Buka Suara.

KABAR NEGERI PLUS | LAMPUNG TIMUR.

Sebuah video berdurasi singkat mengguncang jagat media sosial dan memantik perdebatan publik. Seorang warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, secara terbuka mengaku memilih tidak membayar pajak demi membeli semen dan membangun jalan desanya secara swadaya. Pernyataan itu sontak menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan besar tentang kondisi pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dalam rekaman yang viral, puluhan warga tampak bergotong royong melakukan pengecoran jalan yang selama ini disebut mengalami kerusakan cukup parah. Di tengah aktivitas itu, seorang warga menyampaikan pesan yang menyentil langsung Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Selamat pagi izin Bupati Lampung Timur, ini saya enggak bayar pajak, uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung. Nunggu pemerintah tidak kunjung dibangun, jadi masyarakat bangun sendiri,” ucapnya dalam video yang beredar luas.

Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi masyarakat. Banyak yang memuji semangat gotong royong warga, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa masyarakat harus turun tangan memperbaiki jalan yang merupakan bagian dari fasilitas publik.

Menanggapi video viral itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat dalam memperbaiki akses jalan di lingkungannya.

Menurut Ela, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
Ela juga meluruskan informasi yang berkembang. Ia menjelaskan bahwa ruas jalan di Dusun Umbul Glimbung berada di kawasan register, sehingga memiliki karakteristik dan mekanisme pembangunan yang berbeda dengan wilayah lainnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebenarnya telah mengalokasikan pembangunan jalan di Dusun Umbul Glimbung pada tahun 2025 dengan panjang sekitar 930 meter.

“Kami mengapresiasi bentuk aspirasi warga. Pembangunan infrastruktur memang dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Di Dusun Umbul Glimbung pada tahun 2025 sudah mendapatkan pembangunan jalan kurang lebih sepanjang 930 meter,” ujar Ela saat dikonfirmasi pada Minggu (5/7).

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah daerah. Di satu sisi, semangat gotong royong masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian terhadap lingkungan. Namun di sisi lain, viralnya aksi swadaya tersebut menjadi sinyal bahwa harapan warga terhadap percepatan pembangunan masih sangat besar.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur, agar semangat gotong royong masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *