
Saat Semua Berlalu: Kita Baru Sadar yang Benar-Benar Berharga
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 29 Mei 2026)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan satu kenyataan yang sering datang terlambat dalam hidup manusia: ketika semuanya mulai pergi, barulah kita sadar apa yang sebenarnya paling berharga.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Dalil
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus kekal lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”
(QS Al-Kahfi [18]: 46)
Inti Pesan
Selama hidup, manusia sering terlalu sibuk mengejar apa yang terlihat besar di dunia.
Harta.
Pekerjaan.
Jabatan.
Pujian manusia.
Dan segala hal yang dianggap sebagai kesuksesan.
Sampai akhirnya waktu berjalan begitu cepat.
Usia bertambah.
Tenaga mulai berkurang.
Orang-orang yang dicintai satu per satu pergi.
Dan kehidupan perlahan menunjukkan kenyataan yang sebenarnya.
Bahwa tidak semua yang dulu dikejar benar-benar penting.
Banyak manusia baru sadar berharganya waktu setelah kehilangan kesempatan. Baru sadar pentingnya keluarga setelah mulai berjauhan. Baru sadar pentingnya ibadah ketika hati mulai kosong dan hidup kehilangan ketenangan.
Nabi Ya‘qub ‘alaihissalām pernah merasakan kehilangan yang sangat dalam ketika berpisah dengan Nabi Yusuf. Bertahun-tahun beliau menangis dan bersabar dalam kerinduan. Dari kisah itu kita belajar: manusia sering baru benar-benar menghargai sesuatu ketika kehilangan mulai datang dalam hidupnya.
Dan itulah yang sering terjadi pada manusia hari ini.
Kita terlalu sibuk mengejar dunia,
sampai lupa menjaga hal-hal yang sebenarnya paling bernilai.
Padahal pada akhirnya, yang benar-benar menenangkan hati bukan banyaknya dunia yang dimiliki, tetapi kedekatan kepada Allah, keluarga yang tulus, dan amal yang pernah dilakukan selama hidup.
Kunci: banyak hal baru terasa berharga ketika kita hampir atau sudah kehilangannya.
Karena hidup sering membuat manusia sadar dengan cara yang menyakitkan. Dan yang paling menyedihkan bukan kehilangan dunia, tetapi menyadari terlalu terlambat bahwa hidup sudah terlalu jauh dari Allah.
Baca Juga:
Penyesalan yang Paling Menyakitkan: Saat Waktu Sudah Tidak Bisa Diputar Kembali
Aksi Hari Ini
Mulai kembali menghargai hal-hal yang benar-benar penting:
- Luangkan waktu untuk keluarga dan orang tua
Jangan tunggu kehilangan untuk mulai peduli. - Jaga hubungan dengan Allah sebelum hati terlalu jauh
Karena ketenangan hidup tidak datang dari dunia semata. - Kurangi kesibukan yang membuat hati lalai
Tidak semua yang kita kejar benar-benar bernilai di akhirat. - Perbanyak amal sederhana tetapi tulus
Karena sering kali yang kecil di mata manusia besar di sisi Allah. - Belajar bersyukur atas yang masih dimiliki hari ini
Sebab tidak semua hal akan selalu ada bersama kita.
Kadang manusia terlalu fokus mengejar apa yang belum dimiliki, sampai lupa menghargai apa yang masih ada di tangannya sekarang. Padahal hidup bisa berubah sangat cepat, dan waktu tidak pernah memberi tahu kapan kesempatan terakhir datang.
Penutup
Suatu hari nanti, semua kesibukan dunia akan berlalu.
Dan saat itu tiba, manusia hanya akan mencari ketenangan yang dulu sering ia abaikan.
Maka jangan tunggu kehilangan untuk mulai sadar.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

