DARI KAMPUNG TERPENCIL, KINI JADI MAGNET WISATA!” — Wisata Alam Batu Seribu Resmi Dibuka, Warga Payung Makmur Siap Bangkit Lewat UMKM dan Ekonomi Kerakyatan.

Kabar Negeri Plus | Lampung Tengah — Dentuman semangat pembangunan desa kembali menggema dari Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat pedesaan, Kampung Payung Makmur justru menghadirkan harapan baru lewat peresmian Wisata Alam Batu Seribu, destinasi wisata alam yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi warga dan pusat kebangkitan UMKM lokal.

Peresmian yang berlangsung pada Kamis (28/5/2026) itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kepala Kampung Payung Makmur, M. Kurniawan, tampil langsung meresmikan destinasi yang kini mulai mencuri perhatian publik tersebut.

Momentum ini dinilai bukan sekadar pembukaan tempat wisata biasa, melainkan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari potensi alam yang selama ini belum tergarap maksimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nurullah RS, bersama Bendahara Umum DPP PWDPI, Rosita Gosi. Kehadiran para tokoh nasional itu menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan desa wisata kini mulai mendapat perhatian serius sebagai solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.

Dalam sambutannya, M. Kurniawan menegaskan bahwa Wisata Alam Batu Seribu dibangun bukan hanya untuk menghadirkan tempat hiburan, tetapi sebagai senjata ekonomi baru bagi warga Kampung Payung Makmur.

“Kami tidak ingin kekayaan alam ini hanya dipandang sebagai pemandangan biasa. Kami ingin wisata ini menjadi sumber penghasilan masyarakat. UMKM warga harus hidup, produk lokal harus dikenal, dan masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari hadirnya wisata ini,” tegasnya penuh semangat.

Menurutnya, keberadaan wisata tersebut akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas kampung, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan lokal yang selama ini kesulitan menjangkau pasar lebih luas.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Pemerintah Kampung Payung Makmur. Ia menilai pengembangan wisata berbasis potensi lokal merupakan strategi paling efektif dalam membangun desa mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru di tengah tekanan ekonomi saat ini.

“Kalau desa mampu mengelola potensi alamnya dengan serius, maka desa tidak akan tertinggal. Wisata seperti ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bendahara Umum DPP PWDPI, Rosita Gosi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengelola wisata, pemerintah kampung, dan pelaku UMKM agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan segelintir pihak, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat
luas secara berkelanjutan.

Dengan panorama alam yang masih asri dan potensi wisata yang menjanjikan, Wisata Alam Batu Seribu kini diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata Lampung Tengah.

Lebih dari itu, destinasi ini diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan dari desa untuk Indonesia.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *