
Jangan Asal Potong!” — Tokoh Agama Ingatkan Penyembelihan Qurban Harus Sesuai Syariat, Bukan Sekadar Tradisi Tahunan.
Kabar Negeri Plus | Nasional — Menjelang Hari Raya Iduladha, pelaksanaan penyembelihan hewan qurban kembali menjadi perhatian publik.
Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat dalam berqurban, para tokoh agama, dai, dan ustad mengingatkan agar proses penyembelihan tidak dilakukan secara asal-asalan dan tetap berpedoman pada syariat Islam.
Pasalnya, hingga kini masih ditemukan praktik penyembelihan hewan qurban yang dinilai kurang sesuai dengan tuntunan agama, mulai dari penggunaan alat yang tidak layak, perlakuan kasar terhadap hewan, hingga tata cara penyembelihan yang tidak memenuhi syarat syariat.
Sejumlah ulama menegaskan bahwa qurban bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata, melainkan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi dan aturan yang jelas dalam Islam.
Seorang dai di Bandar Lampung menyebutkan bahwa inti dari qurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
“Banyak orang fokus pada besar atau mahalnya hewan qurban, tetapi lupa bahwa tata cara penyembelihan juga menjadi bagian penting dalam kesempurnaan ibadah.
Islam mengajarkan penyembelihan yang baik, cepat, dan tidak menyiksa hewan,” ujarnya.
Para ustad juga mengingatkan bahwa hewan qurban wajib memenuhi syarat seperti sehat, cukup umur, tidak cacat, serta disembelih pada waktu yang telah ditentukan setelah salat Iduladha hingga akhir hari tasyrik.
Dalam proses penyembelihan, penyembelih dianjurkan membaca basmalah dan takbir, menggunakan pisau yang tajam, serta merebahkan hewan menghadap kiblat.
Saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua urat leher utama harus dipotong dengan cepat agar hewan tidak mengalami penderitaan berkepanjangan.
Menurut para tokoh agama, Islam sangat menjunjung tinggi nilai kasih sayang terhadap makhluk hidup, termasuk terhadap hewan qurban.
Karena itu, tindakan kasar seperti memukul, menyeret hewan secara berlebihan, atau menyembelih hewan di depan hewan lain sangat tidak dianjurkan.
“Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berlaku ihsan dalam segala hal, termasuk ketika menyembelih hewan. Jangan sampai ibadah yang seharusnya berpahala justru dilakukan dengan cara yang menyakiti,” kata seorang ustad dalam tausiyah menjelang Iduladha.
Selain aspek syariat, para dai juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dalam proses penyembelihan qurban.
Lokasi penyembelihan harus higienis agar daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Mereka berharap momentum Iduladha tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi umat tentang pentingnya menjalankan ibadah qurban secara benar, penuh keikhlasan, dan sesuai tuntunan Islam.
Daging qurban yang nantinya dibagikan kepada masyarakat pun diharapkan mampu memperkuat nilai solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat.
(Dok.KN +/Admin)

