
Purnabakti Guru Kecamatan Natar Perkuat Persaudaraan, Silaturahmi Bulanan Kini Diisi Kajian Kitab Agama.
Kabar Negeri Plus, Lampung Selatan, 11 Agustus 2026 — Semangat menjaga tali persaudaraan terus ditunjukkan para purnabakti guru Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui agenda silaturahmi yang digelar rutin setiap bulan, para mantan pendidik tersebut tidak hanya menjaga komunikasi dan kebersamaan, tetapi juga terus mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai keagamaan dan edukatif.
Agenda silaturahmi purnabakti guru Kecamatan Natar dilaksanakan secara bergilir di kediaman masing-masing anggota. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan persaudaraan setelah para guru menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia pendidikan.
Jika sebelumnya kegiatan bulanan diisi dengan ceramah agama, mulai Agustus 2026 agenda tersebut memasuki suasana baru. Untuk pertama kalinya, kegiatan silaturahmi diisi dengan kajian kitab Fathul Qorib dan Durotun Nasihin.
Perubahan materi tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan lebih fokus dan berkesinambungan. Para anggota tidak hanya mendengarkan materi keagamaan, tetapi juga belajar menyimak serta memahami isi kitab secara bertahap dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
Kajian dilakukan secara bersambung dengan melanjutkan pembahasan pada bab berikutnya di setiap pertemuan. Dengan pola tersebut, para purnabakti guru diharapkan dapat mengikuti materi secara lebih terarah dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Silaturahmi bulan Agustus 2026 digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Ibu Nurhayati, Haduyang, Kecamatan Natar.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan hadoroh yang dipimpin oleh Ustaz Drs. H. Man Sahid.
Selanjutnya, Ketua Grup Purnabakti Guru Kecamatan Natar, Drs. H. Chospan Moersyi, S.Pd., M.M., menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi agar hubungan persaudaraan antaranggota tetap terjalin meskipun mereka telah memasuki masa purnabakti.
Menurutnya, masa purnabakti bukan berarti berakhirnya hubungan dan komunikasi antarguru. Justru, kebersamaan tersebut perlu terus dirawat melalui kegiatan yang positif, sehingga ikatan persaudaraan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun tetap kuat.
“Silaturahmi harus terus dijaga agar persaudaraan antar-purnabakti selalu terjalin,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan ketua perkumpulan.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan kajian kitab Fathul Qorib dan Durotun Nasihin yang dibimbing oleh Ustaz Dr. H. Achmad Sarbanun, BA, S.Pd.I., M.Pd.
Kajian ini menjadi agenda perdana dengan konsep pembelajaran kitab secara berkelanjutan. Para peserta diarahkan untuk menyimak materi secara bertahap dan melanjutkannya pada pembahasan berikutnya dalam pertemuan mendatang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Bagi para purnabakti guru Kecamatan Natar, agenda bulanan tersebut bukan sekadar pertemuan rutin. Di dalamnya terdapat semangat untuk tetap bersaudara, saling mengingatkan, berbagi pengalaman, serta terus belajar meskipun telah meninggalkan aktivitas sebagai tenaga pendidik secara formal.
Tradisi silaturahmi yang dilakukan secara bergilir dari rumah ke rumah juga menjadi simbol bahwa pengabdian dan persaudaraan para guru tidak berhenti ketika masa tugas berakhir..
Kabar Negeri Plus — Mengabarkan Fakta, Menjaga Persaudaraan.
(
Dok. KN+ Jakfar Sidik ).

