Jangan Lalai, Sebab Kain Kafan Kita Sedang Ditenun

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam. Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik untuk menghadapi kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Terdapat sebuah nasihat yang masyhur dari Imam Asy-Syafi’i:
“Berapa banyak manusia yang lalai, sementara kain kafannya sedang ditenun.”
Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa kematian tidak mengenal usia, jabatan, kekayaan, maupun kedudukan. Banyak orang sibuk mengejar dunia, namun lupa bahwa setiap detik umur yang berlalu adalah langkah menuju akhir kehidupan.
Allah SWT berfirman:


“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).
Ayat ini adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Tidak ada seorang manusia yang mengetahui kapan ajalnya tiba. Bisa jadi seseorang merencanakan masa depan bertahun-tahun, sementara ajal telah menunggunya esok hari.
Rasulullah SAW bersabda:


“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi).


Mengingat kematian bukan untuk membuat kita putus asa, melainkan agar kita lebih berhati-hati dalam menjalani hidup, memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, serta segera bertaubat sebelum pintu taubat tertutup.
Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar harta hingga melupakan salat. Jangan sampai kita mengejar jabatan dengan menghalalkan segala cara. Jangan sampai kita memutus silaturahmi hanya karena urusan dunia yang sementara.
Sesungguhnya yang akan menemani kita di alam kubur hanyalah amal ibadah kita.
Barakallahu li walakum fil Qur’anil ‘azhim…

(Dok KN+ By Admin.)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *