Penyesalan yang Terlambat: Saat Semua Sudah Tidak Bisa Kembali

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena tidak semua penyesalan bisa diperbaiki—ada yang datang saat semuanya sudah terlambat.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.’”
(QS Al-Mu’minun [23]: 99–100)

Inti Pesan

Tidak semua kesalahan bisa diperbaiki di dunia.

Ada waktu di mana seseorang baru sadar—tetapi semuanya sudah berakhir.

Ia ingin kembali.
Ia ingin memperbaiki.
Ia ingin berbuat baik.

Namun tidak ada lagi kesempatan.

Inilah penyesalan yang paling berat—bukan karena tidak tahu, tetapi karena terlambat.

Hari ini kita masih punya waktu.
Masih bisa berubah.
Masih bisa memperbaiki.

Tapi tidak ada jaminan besok masih ada.

Baca Juga:

Hampir Menyerah: Saat Hidup Terasa Terlalu Berat untuk Dilanjutkan

 

Aksi Hari Ini

Jangan tunggu penyesalan datang terlambat:

  • Segera perbaiki diri
    Jangan tunda perubahan yang sudah jelas harus dilakukan.
  • Selesaikan urusan yang tertunda
    Baik dengan Allah maupun dengan manusia.
  • Perbanyak amal sebelum terlambat
    Karena kesempatan tidak datang dua kali.

Banyak orang tahu apa yang harus diperbaiki, tetapi memilih menunda. Mereka merasa masih punya waktu, masih bisa nanti. Padahal penundaan adalah awal dari penyesalan. Ketika kesempatan masih ada, sering kali kita meremehkannya. Namun ketika kesempatan itu hilang, barulah terasa betapa berharganya waktu yang telah lewat.

Kunci: kesempatan yang diabaikan hari ini, bisa menjadi penyesalan esok hari.

Tidak semua yang hilang bisa kembali. Tidak semua yang ditunda bisa diperbaiki. Karena itu, yang bisa kita lakukan hanyalah hari ini. Saat ini. Sekarang. Dari sinilah perubahan dimulai—bukan dari rencana, tetapi dari keputusan untuk tidak menunda lagi.

Penutup

Jangan tunggu penyesalan datang saat semuanya sudah berakhir.
Perbaiki hari ini, sebelum tidak ada lagi kesempatan.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *