
TRAGEDI BERDARAH DI JALINTIM TULANG BAWANG! Dugaan Truk Singkong Ugal-ugalan Berujung Maut, Empat Nyawa Melayang dalam Hitungan Detik
KABAR NEGERI PLUS | Tulang Bawang — Malam yang seharusnya menjadi perjalanan biasa berubah menjadi mimpi buruk di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepatnya di Unit 1, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Kamis malam (9/7/2026). Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan truk pengangkut singkong dan truk pengangkut pasir merenggut sedikitnya empat nyawa, sementara suasana lokasi kejadian dipenuhi kepanikan dan duka mendalam.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, tragedi tersebut diduga bermula saat truk pengangkut singkong yang melaju dari arah Mesuji mencoba menyalip kendaraan di depannya. Namun, manuver yang diduga berisiko itu berakhir fatal ketika truk kehilangan kendali, oleng, lalu terbalik hingga muatan dan para pekerja yang berada di atas bak kendaraan terpental ke badan jalan.
Dalam hitungan detik, dari arah berlawanan melaju sebuah truk pengangkut pasir. Karena jarak yang sudah sangat dekat, sopir truk pasir diduga tidak memiliki cukup waktu maupun ruang untuk menghindari para korban yang telah tergeletak di tengah jalan. Tabrakan tak terelakkan. Sejumlah pekerja yang terjatuh kemudian terlindas, mengakibatkan sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa memilukan ini kembali menyoroti persoalan keselamatan angkutan barang di jalan raya. Dugaan adanya pekerja yang diangkut di atas bak truk, ditambah manuver kendaraan saat mendahului, menjadi aspek penting yang perlu didalami aparat penegak hukum. Seluruh penyebab kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengidentifikasi para korban, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyelidiki secara menyeluruh kronologi kecelakaan untuk memastikan faktor penyebabnya.
KABAR NEGERI PLUS akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
(Dok.KN +/Admin)

