Jangan Biarkan Al-Qur’an Menjadi Asing di Rumah Kita

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 3 Juli 2026 | Hari 3 Minggu I)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita memulai hari dengan cahaya petunjuk dari Allah.

Kemarin kita belajar bahwa dzikir adalah makanan bagi hati.

Hari ini kita akan merenungkan sumber makanan hati yang lain, yaitu Al-Qur’an.

Banyak rumah hari ini dipenuhi berbagai perabot yang indah.

Dipenuhi televisi.

Dipenuhi telepon genggam.

Dipenuhi berbagai kesibukan.

Namun ada satu hal yang perlahan mulai menghilang.

Suara lantunan ayat-ayat Al-Qur’an.

Ironisnya, Al-Qur’an ada di rak.

Ada di lemari.

Ada di aplikasi telepon genggam.

Tetapi sangat jarang dibaca.

Jangan sampai kitab yang menjadi petunjuk hidup justru menjadi asing di rumah kita sendiri.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Allah menurunkan Al-Qur’an bukan hanya untuk disimpan.

Bukan hanya untuk dibaca ketika bulan Ramadan.

Bukan pula hanya ketika ada orang yang meninggal dunia.

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca, dipahami, diamalkan, dan menjadi pedoman hidup setiap hari.

Dalil

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.”

(QS Al-Isra’ [17]: 9)

Inti Pesan

Al-Qur’an adalah cahaya.

Ia menerangi hati yang gelap.

Ia menenangkan jiwa yang gelisah.

Ia memberi petunjuk kepada orang yang sedang bingung.

Ia menguatkan orang yang sedang diuji.

Namun semua manfaat itu hanya dirasakan oleh mereka yang mau mendekatinya.

Banyak orang mencari jawaban ke mana-mana.

Padahal Allah telah menurunkan petunjuk terbaik melalui Al-Qur’an.

Sayangnya, sebagian dari kita lebih sering membaca berita daripada membaca ayat Allah.

Lebih hafal isi media sosial daripada isi Al-Qur’an.

Lebih banyak menghabiskan waktu dengan layar daripada bersama mushaf.

Padahal beberapa menit bersama Al-Qur’an setiap hari dapat mengubah cara berpikir, cara berbicara, dan cara menjalani kehidupan.

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan.

Ia adalah sahabat yang akan memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat.

Kisah Teladan

Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia yang paling dekat dengan Al-Qur’an.

Setiap kali wahyu turun, beliau membacanya, menghafalnya, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada para sahabat.

Pada setiap bulan Ramadan, Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah ﷺ untuk mudarasah, yaitu membaca dan mengulang hafalan Al-Qur’an bersama beliau.

Bahkan pada Ramadan terakhir sebelum beliau wafat, Al-Qur’an diulang sebanyak dua kali sebagai bentuk penyempurnaan.

Kedekatan Rasulullah ﷺ dengan Al-Qur’an tampak pula dalam akhlaknya.

Ketika Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim)

Artinya, setiap ayat yang beliau baca benar-benar hidup dalam perilakunya.

Beliau tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi menjadikannya sebagai jalan hidup.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Jika Rasulullah ﷺ yang telah dijamin kemuliaannya masih begitu dekat dengan Al-Qur’an, maka kita yang penuh kekurangan tentu lebih membutuhkannya.

Rumah yang dipenuhi bacaan Al-Qur’an akan dipenuhi keberkahan.

Hati yang akrab dengan Al-Qur’an akan lebih mudah menerima nasihat.

Anak-anak yang tumbuh dengan lantunan Al-Qur’an akan lebih mengenal Rabb-nya sejak dini.

Jangan menunggu memiliki waktu luang.

Karena waktu luang sering kali tidak pernah datang.

Sisihkanlah waktu untuk Al-Qur’an, maka Allah akan memberkahi waktu yang tersisa.

Kunci

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang disimpan, tetapi petunjuk hidup yang harus dibaca, dipahami, dan diamalkan setiap hari.

Baca Juga:

Apa yang Akan Kita Bawa Menghadap Allah?

 

Aksi Hari Ini

Bacalah Al-Qur’an setelah salat Subuh

Walaupun hanya satu halaman atau beberapa ayat.

Luangkan waktu untuk memahami maknanya

Karena Al-Qur’an diturunkan untuk direnungkan, bukan hanya dilantunkan.

Ajak keluarga membaca Al-Qur’an bersama

Jadikan rumah hidup dengan ayat-ayat Allah.

Kurangi waktu yang tidak bermanfaat di media sosial

Gantilah sebagian waktunya untuk bersama Al-Qur’an.

Berdoalah agar Allah menjadikan Al-Qur’an cahaya hati

Karena hati yang diterangi Al-Qur’an tidak mudah tersesat.

Banyak rumah dihiasi lampu yang terang, tetapi penghuninya tetap merasa gelap di dalam hati. Sebaliknya, rumah sederhana yang setiap hari dipenuhi bacaan Al-Qur’an sering kali menghadirkan ketenangan yang tidak dapat dibeli dengan apa pun.

Penutup

Jika hari ini Al-Qur’an masih sering dibiarkan tertutup,

bukalah.

Jika hari ini bacaan Al-Qur’an masih terasa berat,

mulailah sedikit demi sedikit.

Jika hari ini engkau merasa jauh dari Allah,

dekatilah Al-Qur’an.

Karena di dalamnya terdapat petunjuk.

Di dalamnya terdapat rahmat.

Di dalamnya terdapat cahaya.

Dan di dalamnya terdapat jawaban atas berbagai persoalan hidup manusia.

Jangan biarkan Al-Qur’an menjadi tamu yang asing di rumah kita.

Jadikan ia teman setiap hari.

Jadikan ia penuntun dalam setiap langkah.

Dan jadikan ia saksi bahwa kita telah berusaha mencintai firman Allah selama hidup di dunia.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, dan memperoleh syafaatnya pada hari kiamat.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *