Jembatan harapan mulai terbentang! TNI dan warga gotong royong bangun akses penghubung Gunung alip–Pugung.

KABAR NEGERI PLUS | TANGGAMUS

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat gotong royong ternyata masih menjadi kekuatan utama pembangunan di daerah. Hal itu terlihat jelas di Pekon Darusalam, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, ketika personel TNI bersama masyarakat dan anggota LPKBDI bahu-membahu membangun sebuah jembatan gantung yang kelak menjadi urat nadi baru penghubung antarwilayah.

Pembangunan jembatan gantung yang membentang sepanjang 55 meter tersebut kini tengah berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi simbol nyata kolaborasi antara negara, aparat, dan rakyat dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Jembatan tersebut akan menghubungkan Kecamatan Gunung Alip dengan Kecamatan Pugung, membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial. Selama ini, akses penghubung di kawasan tersebut dinilai masih membutuhkan peningkatan demi menunjang mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Suasana pembangunan pun dipenuhi semangat kebersamaan. Sejak pekerjaan dimulai, anggota TNI terlihat bekerja berdampingan dengan masyarakat Pekon Darusalam dan warga dari pekon-pekon sekitar. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga; semuanya menyatu dalam satu tujuan, yakni membangun fasilitas yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Pekon Darusalam, Supendi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 50 hari. Ia berharap keberadaan jembatan nantinya mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini sangat dinantikan warga. Selain mempermudah akses transportasi, keberadaannya juga akan mempercepat mobilitas masyarakat dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus DPW LPKBDI Provinsi Lampung yang turut bertugas di lokasi pembangunan, Dedeh Juangsih, menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bantuan pemerintah yang disalurkan melalui jajaran Kodim Tanggamus.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

Di sisi lain, personel TNI yang bertugas di lokasi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat atas sambutan hangat yang diberikan.

Mulai dari dukungan tenaga, fasilitas, hingga penyediaan tempat tinggal bagi anggota TNI selama bertugas, semuanya menunjukkan eratnya hubungan antara aparat dan masyarakat.

Pemandangan kebersamaan yang tercipta selama proses pembangunan menjadi gambaran nyata semangat Manunggal TNI dengan Rakyat. Tidak hanya membangun sebuah jembatan fisik, kerja sama tersebut juga membangun jembatan persaudaraan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap pembangunan daerah.

Ketika nanti jembatan gantung itu berdiri kokoh membentang di atas aliran sungai, yang terbangun bukan sekadar akses penghubung antara Gunung Alip dan Pugung. Lebih dari itu, jembatan tersebut akan menjadi simbol bahwa pembangunan dapat terwujud ketika pemerintah, TNI, organisasi kemasyarakatan, dan warga bersatu dalam semangat gotong royong demi kepentingan bersama.

“Dari kebersamaan lahir pembangunan, dari gotong royong terbentang jembatan harapan bagi masa depan masyarakat Tanggamus.”

(Dok.KN +/Jakfar sidiq)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *