Anak Pulang Sekolah Malah Patah Kaki! Keluarga Tuntut Tanggung Jawab Penuh Pelaku Kecelakaan di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG | Kabar Negeri Plus – Niat hati pulang sekolah, nasib justru berkata lain.

Seorang pelajar di Bandar Lampung harus menahan rasa sakit luar biasa setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang berujung patah tulang kaki.

Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Kecamatan Panjang, tepatnya di Kampung Way Lunik, pada Rabu.

Korban diketahui bernama Sinta Ayu, putri dari Ahmad Yani Setiawan. Saat kejadian, ia tengah dalam perjalanan pulang dari sekolah. Namun nahas, di tengah perjalanan, ia ditabrak oleh seorang pengendara motor yang disebut bernama Rika.

Akibat benturan tersebut, Sinta mengalami luka serius berupa patah tulang pada bagian kaki.

Kondisi ini tidak hanya menghentikan aktivitas hariannya, tetapi juga mengancam masa depan pendidikan dan mobilitasnya sebagai seorang pelajar.

Keluarga korban pun tidak tinggal diam. Dengan penuh emosi dan harapan, mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak pelaku atas kejadian yang telah merenggut kenyamanan hidup anak mereka.

“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin anak kami sembuh total. Sebelum kejadian ini, dia bisa berjalan, bersekolah, dan beraktivitas normal. Sekarang semuanya berubah,” ujar Ahmad Yani Setiawan, ayah korban, dengan nada tegas.

Ia menegaskan bahwa bagi keluarga, persoalan ini bukan sekadar nilai materi. Lebih dari itu, mereka menginginkan jaminan pemulihan menyeluruh bagi putrinya, hingga bisa kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.

“Uang bukan yang utama. Yang kami minta adalah tanggung jawab penuh—biaya pengobatan sampai anak kami benar-benar pulih dan bisa berjalan kembali,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari pelaku untuk menyelesaikan persoalan ini secara bertanggung jawab, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya kehati-hatian di jalan raya, terutama di kawasan permukiman dan jalur yang kerap dilalui pelajar.

Keselamatan bukan hanya soal aturan, tetapi soal tanggung jawab moral setiap pengguna jalan.

Kini, harapan besar keluarga hanya satu: melihat Sinta Ayu kembali berdiri, berjalan, dan tersenyum seperti sebelum kejadian tragis itu terjadi.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *