
TAKBIR BERGEMA, SEMANGAT GOTONG ROYONG WARGA TIRTAYASA INDAH JUSTRU PALING MENGGETARKAN!” — Di Tengah Kesederhanaan, Warga Kompak Rayakan Idul Adha 1447 H dengan Qurban dan Pesan Regenerasi untuk Generasi Muda.
Kabar Negeri Plus | Sukabumi — Di saat banyak perayaan Idul Adha berlangsung megah dan penuh kemewahan, suasana berbeda justru terlihat di lingkungan Perumahan Tirtayasa Indah.
Tidak ada pesta berlebihan, tidak pula kemeriahan yang dibuat-buat. Namun dari tempat sederhana itulah, gema kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong warga justru terasa begitu kuat dan menggetarkan.
Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Perumahan Tirtayasa Indah tahun ini ditandai dengan penyembelihan hewan qurban berupa 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh panitia dan warga setempat.
Sejak pagi hari, warga terlihat bahu-membahu membantu proses penyembelihan, pengemasan hingga pembagian daging qurban kepada masyarakat.
Tidak hanya orang tua, sejumlah pemuda juga mulai tampak terlibat aktif dalam kegiatan sosial tahunan tersebut.
Ketua RT definitif, Rugis Tupindo, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Hari Raya Idul Adha yang dinilai berhasil menjaga kekompakan sehingga seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelaksanaan shalat Id hingga distribusi daging qurban, berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan baik. Ini bukan hanya soal qurban, tetapi tentang bagaimana warga bisa tetap kompak, saling membantu, dan menjaga kebersamaan,” ujar Rugis di sela kegiatan.
Namun di balik apresiasi tersebut, Rugis juga menyampaikan pesan penting terkait regenerasi kepanitiaan dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemasyarakatan.
Ia berharap ke depan lebih banyak warga, khususnya kalangan muda, dapat mengambil peran dalam kegiatan hari besar keagamaan agar tradisi kebersamaan dan kepedulian sosial tidak hilang ditelan zaman.
“Harapan saya ke depan ada regenerasi. Generasi muda harus mulai dilibatkan supaya mereka belajar tentang tanggung jawab sosial dan pentingnya menjaga persatuan di lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat RT 08, Rifky, turut mengapresiasi semangat warga yang terus menjaga tradisi qurban dan kebersamaan yang sudah berlangsung sejak lama di lingkungan Perumahan Tirtayasa Indah.
Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan qurban, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi serta membangun kepedulian sosial antarwarga.
“Tradisi ini sudah ada sejak lama dan terus dijaga sampai sekarang. Yang paling penting bukan hanya jumlah hewan qurbannya, tetapi rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga yang tetap hidup,” ungkap Rifky.
Ia juga mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan sosial masyarakat, tetapi ikut aktif mengambil bagian demi menjaga nilai gotong royong yang menjadi identitas lingkungan tersebut.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin individualis, semangat warga Perumahan Tirtayasa Indah dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah menjadi gambaran bahwa nilai persaudaraan dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Dari penyembelihan qurban sederhana itulah, terselip pesan besar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan pentingnya menjaga persatuan antarwarga — sebuah makna Idul Adha yang sesungguhnya.
(Dok.KN +/Admin)

