
Bangkit Bukan Sekadar Slogan!” — Direktur Kabar Negeri Plus Serukan Media Harus Jadi Benteng Suara Rakyat di Hari Kebangkitan Nasional.
Kabar Negeri Plus | Nasional — Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Direktur Media Kabar Negeri Plus, Dangs Yuli Fransyah, menyampaikan pernyataan tegas yang menggugah semangat pers nasional agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi dan kepentingan.
Dalam keterangannya, Dangs Yuli Fransyah menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa bangsa ini pernah bangkit melalui keberanian berpikir, keberanian bersuara, dan keberanian melawan ketidakadilan.
“Bangkit hari ini bukan hanya soal pembangunan fisik atau kemajuan teknologi. Kebangkitan sejati adalah ketika rakyat masih memiliki ruang untuk menyampaikan kebenaran, dan media tetap berdiri di garis terdepan untuk menjaga suara itu,” tegas Dangs Yuli Fransyah.
Ia juga mengutip pernyataan pendiri Kabar Negeri Plus yang sejak awal menanamkan semangat perjuangan jurnalistik agar media tidak tunduk pada tekanan kekuasaan maupun kepentingan tertentu.
“Pendiri kami pernah mengatakan, ‘Media yang besar bukan media yang paling ramai, tetapi media yang berani berdiri bersama rakyat ketika banyak yang memilih diam.’ Kalimat itu menjadi napas perjuangan kami hingga hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum membangkitkan kembali keberanian moral, persatuan bangsa, dan kepedulian sosial di tengah kondisi masyarakat yang semakin mudah terpecah oleh provokasi serta informasi yang menyesatkan.
Dangs Yuli Fransyah juga mengajak generasi muda untuk tidak menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Ia menilai, anak muda memiliki peran besar dalam menentukan arah Indonesia ke depan, terutama dalam menjaga nilai persatuan, kritis terhadap keadaan, dan aktif mengawal kebenaran.
“Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi alarm bagi seluruh elemen bangsa. Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan karena kebenaran terus dikaburkan. Pers harus tetap hidup, kritis, dan berpihak kepada kepentingan publik,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Dangs Yuli Fransyah menegaskan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian dari denyut perjuangan bangsa yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Selama masih ada ketidakadilan, selama masih ada suara rakyat yang dibungkam, maka semangat kebangkitan itu belum selesai. Dan Kabar Negeri Plus akan tetap berdiri untuk ikut mengawalnya,” tutupnya.
(Dok.KN +/Admin)

