
Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruhu wa natūbu ilaih. Wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā. Man yahdihillāhu falā mudhilla lah, wa man yudhlil falā hādiya lah. Asyhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh. Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā nabiyyinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.
الحمد لله ربِّ العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيِّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat pembaca setia Kabar Negeri Plus (KN+), saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.
Kabar Negeri Plus – Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan Ramadan yang penuh rahmat ini, Allah SWT memberikan satu malam yang nilainya melampaui puluhan tahun ibadah. Karena itu, setiap Muslim diperintahkan untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an
Allah SWT menegaskan kemuliaan malam tersebut dalam firman-Nya:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Para ulama menjelaskan bahwa seribu bulan setara lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam ibadah yang ikhlas pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang luar biasa besar. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ agar memiliki kesempatan meraih pahala yang sangat besar dalam waktu yang singkat.

Kapan Lailatul Qadar Terjadi
Rasulullah ﷺ tidak menyebutkan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun beliau memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, para sahabat dan ulama salaf meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir dengan penuh kesungguhan. Rasulullah ﷺ sendiri ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan memperbanyak ibadah, membangunkan keluarganya, dan menghidupkan malam dengan shalat serta doa.
Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar
Ada beberapa amalan utama yang dianjurkan ketika mencari malam Lailatul Qadar.
1. Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Shalat malam adalah amalan utama yang sangat dianjurkan pada malam tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membaca Al-Qur’an
Karena Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an, maka membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat utama.
3. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)
4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
Setiap amal baik yang dilakukan pada malam tersebut bernilai sangat besar di sisi Allah.

Refleksi Ruhani: Jangan Kehilangan Malam Terbesar dalam Hidup
Lailatul Qadar bukan sekadar malam yang dipenuhi ibadah ritual. Malam ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Betapa banyak manusia yang menjalani Ramadan, tetapi tidak sungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar. Mereka sibuk dengan urusan dunia, sementara malam kemuliaan berlalu tanpa disadari.
Padahal satu malam ini bisa menjadi titik balik kehidupan seorang mukmin. Dosa-dosa diampuni, doa-doa dikabulkan, dan hati kembali dekat kepada Allah.
Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan seharusnya diisi dengan kesungguhan, bukan kelalaian.
Penutup
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Siapa yang memanfaatkannya dengan ibadah dan doa, maka ia memperoleh pahala yang sangat besar serta ampunan dari Allah SWT.
Jangan sampai kesempatan yang datang hanya sekali dalam setahun ini terlewat begitu saja. Mari kita hidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperbaiki diri di hadapan Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Zea Safitri – Kabar Negeri Plus mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa 1447 H.

