mahasiswi muda jadi kepala dusun, sefti dorong normalisasi sungai demi kemajuan pekon sukarame

PESISIR BARAT, Kabar Negeri Plus (KN+) — Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi, seorang perempuan muda memilih mengambil peran langsung dalam membangun kampungnya. Sosok tersebut adalah Sefti, Kepala Dusun Bandar Agung, Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat.


Menjadi kepala dusun di usia muda tidak membuat Sefti merasa malu ataupun ragu. Justru, amanah tersebut menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat sekaligus bentuk kepeduliannya terhadap kemajuan Pekon Sukarame.


Dengan statusnya yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Pesisir Barat, Sefti berupaya menjalankan tanggung jawab sebagai kepala dusun dengan penuh semangat.


Salah satu perhatian yang kini mendapat dukungan masyarakat adalah normalisasi sungai di Dusun Bandar Agung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi aliran sungai sekaligus mendukung lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.


Dalam proses normalisasi tersebut, Sefti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan izin penggunaan tanah untuk kepentingan normalisasi sungai.


Menurutnya, dukungan dan kerelaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bersama.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan izin tanah untuk normalisasi sungai di Dusun Bandar Agung. Semoga apa yang dilakukan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sefti.


Sefti berharap, langkah kecil melalui pembangunan dan penataan lingkungan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa Pekon Sukarame semakin maju dan sejahtera.


Bagi Sefti, pembangunan kampung bukan hanya tanggung jawab pemerintah pekon maupun perangkat desa. Dukungan masyarakat juga menjadi kekuatan utama agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.


Sosok perempuan muda yang masih aktif sebagai mahasiswa tersebut pun menunjukkan bahwa usia dan status sebagai pelajar bukanlah penghalang untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan di tingkat dusun.


Normalisasi sungai di Dusun Bandar Agung menjadi salah satu gambaran bagaimana sinergi antara pemerintah dusun dan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong kemajuan wilayah.


Dok. KN+ Fadli Iqbal/Pesibar

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *