Spanyol vs Argentina Panaskan Layar, PKB Lampung Justru Satukan Ratusan Santri! Nobar Final Piala Dunia 2026 Berubah Jadi Lautan Kebersamaan

BANDAR LAMPUNG | KABAR NEGERI PLUS – Saat dunia terbelah mendukung Spanyol atau Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026, pemandangan berbeda justru tersaji di Pondok Pesantren Al Hikmah, Bandar Lampung. Riuh sorak, tepuk tangan, dan yel-yel menggema sepanjang malam, tetapi tak ada perpecahan. Yang lahir justru semangat persaudaraan.

Ratusan santri, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan masyarakat larut dalam euforia nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar DPW PKB Lampung, Minggu (19/7) malam. Bukan sekadar menyaksikan pertandingan terbesar di dunia, kegiatan ini menjadi panggung kebersamaan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu suasana penuh keakraban.

Kehadiran Ketua DPW PKB Lampung yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim atau Nunik, bersama para anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, yakni Fatikhatul Khoiriyah, Sasa Chalim, Seh Ajman, dan Abdul Aziz, semakin menambah semarak acara. Turut hadir Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Ahmad Muqhis, Ketua DPC PKB Bandar Lampung dr. Zam Zanaria, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah.

Yang menarik, suasana nobar diwarnai “duel dukungan” yang mengundang senyum. Mewakili tuan rumah, Lathoiful Ihsan atau Gus Ican dengan penuh semangat mengenakan jersey Argentina dan lantang meneriakkan, “Vamos Argentina!” Seruan itu langsung disambut sorakan para pendukung Albiceleste yang memenuhi lokasi.

Di sisi lain, Nunik tanpa ragu menunjukkan keberpihakannya kepada Timnas Spanyol.

“Yang penting Spanyol menang, mau 2-1 atau 3-0,” ujarnya disambut gelak tawa dan tepuk tangan peserta nobar.

Meski pilihan berbeda, tak ada sekat yang memisahkan. Justru rivalitas di layar kaca berubah menjadi perekat kebersamaan. Sorak-sorai yang bergema bukan hanya untuk gol yang tercipta, tetapi juga menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan dapat berjalan berdampingan dalam suasana yang damai.

Gus Ican mengapresiasi kepercayaan DPW PKB Lampung yang memilih Pondok Pesantren Al Hikmah sebagai lokasi penyelenggaraan nobar. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al Hikmah. Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nunik menegaskan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang mampu meruntuhkan sekat perbedaan. Melalui kegiatan ini, PKB Lampung ingin menghadirkan ruang silaturahmi yang hangat, memperkuat persaudaraan, dan membangun semangat guyub di tengah masyarakat.

“Apa pun tim yang didukung, kebersamaan harus menjadi pemenangnya,” tegas Nunik.

Malam final Piala Dunia 2026 di Pondok Pesantren Al Hikmah akhirnya bukan hanya dikenang sebagai duel dua raksasa sepak bola dunia, melainkan juga sebagai malam ketika rivalitas berubah menjadi persaudaraan, dan sepak bola membuktikan dirinya mampu menyatukan semua kalangan dalam satu semangat: kebersamaan.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *