
Rendah Hati Mengangkat Derajat di Sisi Allah
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 17 Juli 2026 | Hari 17 Minggu III)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus kembali mengajak kita mengawali hari dengan memperbaiki akhlak agar semakin dicintai Allah.
Dua hari terakhir kita belajar memaafkan dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Hari ini kita akan membahas akhlak yang menjadi ciri para nabi, orang-orang saleh, dan hamba yang dicintai Allah.
Yaitu tawadhu, atau rendah hati.
Di zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba menunjukkan kehebatan.
Ingin dipuji.
Ingin diakui.
Ingin terlihat lebih sukses daripada orang lain.
Bahkan tidak sedikit yang menjadikan kesombongan sebagai simbol keberhasilan.
Padahal dalam pandangan Allah, kemuliaan bukan ditentukan oleh tingginya jabatan, banyaknya harta, atau luasnya ilmu.
Kemuliaan ditentukan oleh ketakwaan dan kerendahan hati.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Semakin tinggi ilmu seseorang.
Semakin besar nikmat yang Allah berikan.
Seharusnya semakin rendah pula hatinya.
Karena semua itu hanyalah titipan dari Allah.
Dalil
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menyakitkan, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”
(QS Al-Furqan [25]: 63)
Inti Pesan
Tawadhu bukan berarti merendahkan diri hingga kehilangan harga diri.
Tawadhu adalah menyadari bahwa semua kelebihan berasal dari Allah.
Orang yang tawadhu tidak merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.
Ia tidak meremehkan orang miskin.
Tidak memandang rendah orang yang kurang berilmu.
Tidak sombong karena jabatan.
Tidak angkuh karena kekayaan.
Semakin dekat seseorang kepada Allah.
Semakin kecil pula rasa ingin dipuji oleh manusia.
Karena ia tahu bahwa penilaian Allah jauh lebih penting daripada penilaian manusia.
Kisah Teladan
Salah satu teladan terbesar dalam tawadhu adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Padahal beliau adalah manusia terbaik, pemimpin umat, sekaligus kekasih Allah.
Namun kehidupan beliau sangat sederhana.
Beliau menjahit sendiri pakaiannya yang robek.
Memperbaiki sandalnya sendiri.
Membantu pekerjaan rumah tangga.
Duduk bersama orang miskin.
Makan bersama para sahabat tanpa membedakan kedudukan.
Ketika ada seseorang datang dengan gemetar karena merasa sedang berhadapan dengan seorang raja, Rasulullah ﷺ berkata dengan lembut:
“Tenanglah. Aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita dari Quraisy yang biasa memakan daging yang dikeringkan.”
(HR. Ibnu Majah, dengan makna yang dikenal dalam berbagai kitab hadis)
Padahal beliau memiliki kedudukan paling mulia di sisi Allah.
Namun tidak sedikit pun kesombongan memenuhi hatinya.
Beliau mengajarkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk bersikap rendah hati.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Hari ini mungkin Allah memberikan kita ilmu.
Pekerjaan yang baik.
Usaha yang berkembang.
Jabatan yang tinggi.
Atau penghormatan dari banyak orang.
Jangan biarkan semua itu membuat hati berubah.
Karena semua nikmat dapat Allah ambil kapan saja.
Sebaliknya, kerendahan hati akan membuat seseorang semakin dicintai manusia dan semakin dimuliakan oleh Allah.
Tawadhu juga membuat kita lebih mudah menerima nasihat.
Lebih mudah meminta maaf.
Dan lebih mudah menghargai setiap orang tanpa memandang latar belakangnya.
Kunci
Semakin rendah hati seseorang di hadapan manusia karena Allah, semakin tinggi Allah mengangkat derajatnya di dunia dan di akhirat.
Baca Juga:
Tawakal Bukan Berarti Berhenti Berusaha
Aksi Hari Ini
Hormati setiap orang tanpa melihat statusnya
Karena kemuliaan sejati hanya Allah yang mengetahui.
Jangan merasa paling benar
Belajarlah menerima nasihat dengan lapang dada.
Biasakan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf
Kerendahan hati tampak dari ucapan dan sikap sehari-hari.
Perbanyak bersyukur atas setiap nikmat
Agar hati selalu ingat bahwa semua berasal dari Allah.
Doakan agar Allah menjauhkan kita dari kesombongan
Karena kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah.
Sering kali yang membuat seseorang jatuh bukan karena kekurangan ilmunya, tetapi karena kesombongan yang membuatnya berhenti belajar dan enggan menerima kebenaran.
Penutup
Jika hari ini engkau memiliki kelebihan,
bersyukurlah.
Jika hari ini engkau memperoleh penghormatan,
tetaplah rendah hati.
Jika hari ini Allah mengangkat derajatmu,
ingatlah bahwa semua itu adalah amanah.
Karena kemuliaan yang sesungguhnya bukanlah ketika manusia memuji kita.
Tetapi ketika Allah ridha kepada kita.
Sebagaimana Rasulullah ﷺ yang memiliki kedudukan paling tinggi namun tetap hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, demikian pula setiap mukmin hendaknya menjadikan tawadhu sebagai pakaian akhlaknya.
Sebab tidak ada orang yang direndahkan karena tawadhu.
Justru Allah akan meninggikan derajatnya.
Semoga Allah menghiasi hati kita dengan sifat tawadhu, menjauhkan kita dari kesombongan dan riya, menjadikan ilmu serta nikmat yang kita miliki membawa keberkahan, dan mengangkat derajat kita dengan akhlak yang mulia.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

