
Dua Hari Hilang Usai Memancing, Warga Tanggamus Diduga Hanyut di Way Semuong Belum Ditemukan
TANGGAMUS | Kabar Negeri Plus – Upaya pencarian terhadap Sugiyo (60), warga yang diduga hanyut di aliran Sungai Way Semuong, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus terus berlanjut.
Memasuki hari kedua, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan korban.
Tim yang terdiri dari personel Polsek Wonosobo Polres Tanggamus, Pos SAR Tanggamus, serta warga Pekon Simpang Bayur, dikerahkan untuk menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras, terutama pascahujan.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., yang memimpin langsung operasi pencarian, mengatakan bahwa penyisiran dilakukan dari titik awal korban diduga hilang hingga ke muara Sungai Way Semaka di kawasan Pantai Sawmil, Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo.
“Tim telah melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai hingga ke muara. Namun sampai saat ini, korban belum ditemukan,” ujar Iptu Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran serta memperkuat koordinasi dengan aparat pekon dan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.
“Kami berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi apabila melihat hal-hal yang mencurigakan di sekitar aliran sungai,” tambahnya.
Hilang Usai Memancing, Debit Sungai Meningkat
Sugiyo dilaporkan hilang sejak Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah berpamitan kepada anaknya, Agung Widianto (26), untuk pergi memancing di Sungai Way Semuong.
Namun, setelah itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan. Hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Pencarian awal yang dilakukan pihak keluarga menemukan jejak tapak kaki yang diduga milik korban di sekitar lokasi memancing, berjarak kurang lebih 3 kilometer dari kediamannya.
Temuan tersebut diperkuat oleh keterangan dua warga setempat, Bibit (55) dan Ardi (30), yang mengaku sempat melihat korban tengah memancing di lokasi tersebut.
Medan Berat Hambat Pencarian
Pada hari pertama pencarian, Selasa (14/4/2026), tim gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pukul 11.30 WIB. Kondisi medan yang terjal, bebatuan licin, serta akses jalan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala, tim tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban.
Hingga kini, harapan keluarga dan warga sekitar masih tertuju pada upaya pencarian yang terus dilakukan oleh tim gabungan.
(Dok.KN +/M.Nashir)

