
SAAT GELOMBANG TAK LAGI MENENTUKAN NASIB! Bupati Tanggamus Resmikan Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, Negara Harus hadir hingga wilayah kepulauan.
KABAR NEGERI PLUS | TANGGAMUS
Selama bertahun-tahun, laut menjadi ujian bagi warga Pulau Tabuan ketika sakit datang tanpa aba-aba. Gelombang, cuaca buruk, dan perjalanan berjam-jam menuju daratan kerap menjadi pertaruhan antara keselamatan dan keterlambatan penanganan medis. Kini, babak baru pelayanan kesehatan resmi dimulai.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan hingga ke wilayah terluar dengan meresmikan operasional Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, menyerahkan ambulans untuk Puskesmas Putih Doh, memberikan penghargaan kepada puskesmas berprestasi, serta menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Selasa (23/6/2026).
Peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. yang menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena hambatan geografis.
“Kondisi geografis bukan alasan untuk membatasi pelayanan kepada masyarakat. Justru karena tantangan itulah pemerintah harus hadir lebih dekat dan memastikan seluruh warga mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar seremoni. Kehadiran Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan yang selama ini harus menempuh perjalanan laut satu hingga dua jam untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.
Bagi masyarakat Pulau Tabuan, fasilitas ini bukan hanya bangunan baru. Ia menjadi simbol kehadiran negara di wilayah yang selama ini berada di garis terdepan keterisolasian pelayanan publik.
“Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kepulauan. Negara harus hadir dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujar Saleh Asnawi.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat capaian pembangunan kesehatan yang tengah digenjot Pemkab Tanggamus. Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan berhasil menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi 11 fasilitas kesehatan. Sementara pada 2026, sebanyak 14 program pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan kembali dijalankan untuk memperluas akses layanan hingga pelosok daerah.
Tak hanya membangun gedung dan sarana, Pemkab Tanggamus juga fokus pada peningkatan layanan preventif. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga 21 Juni 2026, sebanyak 246.100 warga atau 38,39 persen dari total sasaran telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, mendekati target tahunan sebesar 46 persen.
Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit sebagai langkah pencegahan sebelum kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Tanggamus juga memberikan penghargaan melalui program Bupati Tanggamus Health Excellence Award 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, dedikasi, dan kualitas pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Bupati secara khusus memberikan penghormatan kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah pesisir, pegunungan, dan kepulauan. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang bekerja di tengah berbagai keterbatasan demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang layak.
“Saudara-saudara bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjaga harapan masyarakat,” katanya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat perang terhadap narkoba. Ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BNNK Tanggamus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tentang Program OPD Bersinar (Bersih dari Narkoba), pemerintah daerah menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara soal fasilitas, tetapi juga perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dengan berdirinya Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, pesan yang ingin disampaikan Pemkab Tanggamus menjadi semakin jelas: jarak, laut, dan keterisolasian tidak boleh lagi menjadi alasan warga kehilangan akses terhadap layanan kesehatan. Ketika negara hadir hingga pulau terluar, yang dibangun bukan hanya fasilitas kesehatan, melainkan juga rasa keadilan bagi seluruh rakyat.
(Dok.KN +/Akmaluddin/TGS)

